Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program MBG selama Libur Sekolah Tetap Berjalan Hanya bagi Guru dan Siswa Yang Mau

M
Penulis: Muhammad Hafied❯
PERHATIKAN SOP: Pelajar menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Unisa di SD Negeri Serangan, Kota Jogja, Jumat (3/10).
PERHATIKAN SOP: Pelajar menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Unisa di SD Negeri Serangan, Kota Jogja, Jumat (3/10).

 


Advertisement

 

KEBUMEN - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak terkendala, meski memasuki musim libur sekolah. Program skala prioritas nasional ini dipastikan akan tetap menjangkau penerima manfaat.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Jogja dan Jawa Tengah Selatan Harsono Budi Waluyo menjelaskan, program MBG tidak terpengaruh jadwal musim libur sekolah. Hal ini sebagai bentuk intervensi agar upaya pemenuhan gizi bagi penerima manfaat tidak terputus.

Advertisement

Dijelaskan, merujuk Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025 telah dijabarkan pedoman tata kelola penyelenggaraan MBG selama libur sekolah. Dalam klausul mekanisme diterangkan pelaksanaan distribusi MBG ketika libur sekolah hanya akan dilaksanakan pada sekolah-sekolah yang para guru dan siwanya berkenan hadir di hari libur.

Jika sekolah tidak berkenan, maka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan fokus mendisitrbusikan menyasar kelompok 3B. Yakni, ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.

Adapun jenis paket MBG yang digunakan selama libur sekolah berupa kombinasi antara paket siap santap yang dimasak di SPPG dan paket kemasan. "Tetap dilakukan sepanjang sekolah menghendaki," terang Harsono, kepada Radar Jogja, Jumat (26/12).

Advertisement

Dalam surat keputusan Kepala BGN tersebut juga diatur frekuensi pendistribusian MBG pada musim libur sekolah dilakukan dua kali dalam seminggu. Terkait penyesuaian paket sajian, BGN tetap memperhatikan aspek pemenuhan gizi, higienis, keamanan pangan san kepraktisan serta kerapihan dalam pengemasan.

Terkait kemasan, BGN mengatur penggunaan ompreng khusus untuk paket siap santap dan kantong totebag untuk paket kemasan. SPPG juga diminta menyediakan kantong sejumlah penerima manfaat dengan ditambah kuota 10 persen sebagai cadangan.

Menyangkut alokasi biaya MBG per porsi, dibanderol sebesar Rp 15 ribu untuk setiap penerima manfaat. Biaya yang dikucurkan melalui bantuan pemerintah ini dialokasikan untuk tiga kompone, masing-masing biaya bahan baku, biaya operasional dan biaya sewa. (fid/pra)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Targetkan Survei MBG di Seluruh SD dan SMP Mulai Awal November

Targetkan Survei MBG di Seluruh SD dan SMP Mulai Awal November

Pemkab Bantul menargetkan survei kepuasan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan pada awal bulan depan. Rencananya, survei tersebut menyasar seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertam

Pengamat Ekonomi UAJY Sebut Belum Pulih dari Pandemi, UMKM Sudah Dihimpit Kebijakan Pemerintah

Pengamat Ekonomi UAJY Sebut Belum Pulih dari Pandemi, UMKM Sudah Dihimpit Kebijakan Pemerintah

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini mulai dihimpit dengan kondisi ekonomi. UMKM yang sempat dihantam pandemi dan berangsur pulih, kini justru ditekan kebijakan pemerintah secara tidak langsung. Sejumlah UMKM di

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Penguatan SDM dan Ketahanan Ekonomi Jadi Modal Pembangunan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Penguatan SDM dan Ketahanan Ekonomi Jadi Modal Pembangunan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Penguatan SDM dan Ketahanan Ekonomi Jadi Modal Pembangunan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer