Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kapal Kargo Thailand Mayuree Naree Diserang di Selat Hormuz, 3 ABK Hilang, 20 Dievakuasi Aman ke Oman

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 12 Maret 2026 | 04:14 WIB

Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree menjadi korban serangan di Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat.
Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree menjadi korban serangan di Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat.

OMAN – Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree menjadi korban serangan di Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat.

Insiden ini menambah ketegangan di jalur perdagangan minyak dunia yang strategis tersebut.

Menurut laporan Thai Navy dan Precious Shipping Plc (pemilik kapal), serangan terjadi sekitar 11 mil laut utara Oman setelah kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Khalifa, Uni Emirat Arab.

Ledakan proyektil menghantam bagian buritan (stern) kapal, memicu kebakaran hebat di ruang mesin dan kerusakan parah.

Akibatnya, tiga anggota awak kapal (ABK) diduga terjebak di ruang mesin dan dinyatakan hilang hingga kini.

Sementara 20 ABK lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat dan telah mendarat di wilayah Oman dengan bantuan Angkatan Laut Kerajaan Oman.

Foto-foto dramatis yang dibagikan di media sosial, termasuk oleh Thai Enquirer dan awak kapal yang selamat, menunjukkan asap hitam tebal membumbung dari bagian belakang kapal serta kerusakan berat akibat ledakan.

Salah satu ABK Thailand yang selamat, menggunakan akun Facebook A’ Pek, mengunggah foto dirinya dengan ekspresi lega bercampur duka. Ia menulis: “Rest now. It’s time for you to rest. I hope everyone else stays safe,” sambil menayangkan kapal yang tak bisa dibawa pulang. “Sorry I couldn’t bring you home. Didn’t they say they wouldn’t shoot Thai ships?” tulisnya.

IRGC Klaim Bertanggung Jawab

Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Mereka mengklaim kapal Mayuree Naree mengabaikan peringatan berulang dan mencoba melintas secara ilegal di wilayah yang mereka anggap terlarang akibat konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik regional, di mana Selat Hormuz – jalur transit sekitar 20-21% minyak dunia – menjadi titik panas. Serangan serupa juga dilaporkan menimpa dua kapal lain di area yang sama pada hari yang sama, meski kerusakannya lebih ringan.

Pemerintah Thailand melalui Kementerian Luar Negeri dan Angkatan Laut sedang berkoordinasi dengan otoritas Oman serta pihak internasional untuk operasi pencarian dan penyelamatan tiga ABK yang hilang. Pemilik kapal Precious Shipping juga telah melaporkan kejadian ini ke Bursa Efek Thailand.

Pakar maritim mengkhawatirkan dampak lebih luas terhadap premi asuransi kapal, harga minyak global, serta keselamatan pelayaran di kawasan Teluk Persia. Pemerintah Indonesia dan negara-negara Asia lainnya diimbau meningkatkan kewaspadaan bagi kapal-kapal yang melintas di rute tersebut. (iwa) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kapal kargo #Diserang #perang iran #thailand #selat hormuz