Serangan Rumah Sakit di Sudan Picu Kecaman Dunia, PBB dan WHO Serukan Perdamaian

RADAR JOGJA - Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Sudan setelah serangan terhadap Rumah Sakit Pendidikan El-Daein di Darfur Timur menewaskan puluhan orang, termasuk anak-anak dan tenaga kesehatan.
Peristiwa ini memicu kecaman luas dari komunitas internasional, termasuk World Health Organization (WHO) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan yang menghantam fasilitas medis tersebut.
Ia menegaskan bahwa rumah sakit yang terdampak mengalami kerusakan parah, terutama pada unit pediatri, maternitas, dan layanan darurat, sehingga tidak lagi dapat beroperasi.
“Cukup sudah darah tertumpah,” ujar Tedros, dikutip dari Hurriyet Daily News, upaya mendesak diakhirinya konflik yang telah berlangsung hampir tiga tahun.
Serangan itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 60 hingga 64 orang, termasuk anak-anak, pasien, dokter, dan perawat.
Selain korban jiwa, sejumlah tenaga kesehatan juga mengalami luka-luka, memperburuk kondisi layanan medis di wilayah yang sudah krisis.
Dugaan Serangan Drone dan Konflik Berkepanjangan
Insiden ini diduga dipicu oleh serangan drone militer di wilayah yang selama ini menjadi titik panas konflik antara militer Sudan dan kelompok Rapid Support Forces (RSF).
Kota El-Daein sendiri diketahui berada di bawah kendali RSF dan kerap menjadi sasaran operasi militer.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


