MUNGKID — Catatan Polda Jawa Tengah, sejak Juni 2024 hingga April 2025, Kabupaten Magelang menempati peringkat pertama di provinsi ini dalam kasus anak berkonflik dengan hukum, dengan total 47 kasus. Jenis pelanggaran yang tercatat meliputi tawuran, klithih, penyalahgunaan narkoba, hingga demonstrasi yang berujung anarkis.
Solusinya, sebanyak 100 siswa tingkat SMP di Kabupaten Magelang yang pernah berhadapan dengan hukum mendapat pembekalan karakter dan nilai kebangsaan. Pembekalan itu dilakulan melalui kegiatan Kemah Karakter Kebangsaan, yang digelar di Aula Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Salaman selama empat hari, 3-6 November 2025.
Bupati Grengseng Pamuji menyebut, anak-anak yang pernah terlibat konflik hukum sering kali datang dari latar belakang sosial yang kompleks. "Mereka tidak hanya butuh hukuman, tetapi juga pendampingan yang empatik dan ruang aman untuk memperbaiki diri," ujar Grengseng, Jumat (7/11).
Grengseng menilai, kegiatan seperti ini menjadi titik balik penting bagi remaja agar mereka tidak kembali terjerumus ke perilaku destruktif. Dia juga mengingatkan peran orang tua sebagai garda terdepan dalam pembinaan anak di rumah dan lingkungan sosial.
"Anak-anak kita adalah investasi dunia dan akhirat. Mereka perlu dijaga, dibimbing, dan diarahkan agar tumbuh menjadi generasi berakhlak baik dan tangguh menghadapi tantangan zaman," tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang Slamet Ahmad Husein menambahkan, kegiatan ini merupakan inisiatif dari bupati sebagai bentuk perhatian terhadap fenomena sosial di kalangan remaja.
Dia menilai, pelaksanaan selama empat hari berjalan sukses dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.
"Kami berharap kemah ini tidak hanya meninggalkan kesan, tapi juga memunculkan perubahan nyata dalam perilaku dan pola pikir anak-anak kita," ujarnya.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar mengaku bangga terhadap para siswa yang telah menunjukkan semangat belajar dan perubahan positif.
"Mulai hari ini, kalian bukan lagi bagian dari masalah, tapi bagian dari solusi. Kalian kami anggap sebagai sahabat kapolres, yang siap membawa perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat," katanya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo