Lurah Candirejo Agus Supriyadi mengatakan, kejadian tanah longsor di wilayahnya dini hari kemarin (19/11) sangat mengejutkan. Dalam tragedi ini dua orang dilaporkan hilang tertimbun material longsoran.
"Masih dilakukan upaya pencarian, rencananya menggunakan alat berat," kata Agus.
Dikatakan, sejak sore hari sudah memonitor potensi kerawanan bencana. Hujan lebat yang mengguyur cukup membahayakan bagi warganya. Benar saja, pada Sabtu dini hari pihaknya mendapat laporan tentang adanya musibah tanah longsor.
"Muncul informasi dua orang tertimbun material longsoran," ujarnya.
Karena hari masih gelap, dan hujan belum
sepenuhnya reda, penanganan bencana difokuskan pada korban selamat. Keluarga korban langsung dievakuasi ke tempat aman, menjauh dari titik longsor.
Agus juga mengaku langsung berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.
"Kami langsung kondisikan, baik keluarga korban atau warga di zona rawan longsor susulan untuk segera dievakuasi," terangnya.
Titik kumpul pengungsian berada di Balai Kalurahan Candirejo. Berdasarkan data, total pengungsi di balai kalurahan berjumlah 58 jiwa. Terdiri dari anak-anak sebanyak 24 jiwa sisanya dewasa dan manula.
"Rata-rata lansia dan anak-anak," ungkapnya.
Menurut dia, potensi longsor susulan masih mungkin terjadi. Oleh karena itu, evakuasi warga terdampak terus dilakukan. Untuk warga sekitar juga diminta berhati-hati.
"Lokasi pengungsian terkonsentrasi di balai kalurahan, agar mudah dalam penanganan," ucapnya.
Evakuasi dibantu keluarga dengan mengangkut barang-barang yang dimiliki ke saudara. Dia mengimbau kepada masyarakat agar menjauh dari titik longsor.
"Kami khawatir nanti kalau banyak masyarakat luar berdatangan justru mengganggu upaya evakuasi petugas. Apa lagi masih ada potensi longsor susulan," bebernya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Purwono mengatakan, hujan deras memicu longsor dan tanah longsor. Berdasarkan data awal, dalam peristiwa ini dua orang masih dilakukan evakuasi karena tertimbun longsor wilayah Blembem, Candirejo, Semin. Pihaknya memastikan penanganan pasca bencana dilakukan secara maksimal.
"Banjir juga menyebabkan jembatan antar putus, pipa air rusak, lahan pertanian dan pemukiman penduduk sempat terendam," kata Purwono. (gun/din)
Editor : Editor Content