Tak hanya melampaui target kunjungan, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata juga tembus hingga Rp 2,8 miliar dalam kurun enam hari.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul Eko Nur Cahyo mengungkapkan, lonjakan signifikan terjadi sejak awal masa libur Idulfitri 1447 H/2026.
Total kunjungan wisatawan tercatat mencapai 230.669 orang, jauh di atas target 93.191 pengunjung.
Sebelumnya ia menargetkan PAD selama libur lebaran sebesar Rp 1,7 miliar, namun realisasinya mencapai Rp 2.856.667.200.
“Ini jauh melampaui target, menunjukkan tren kunjungan yang sangat positif,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu Sore (25/3/2026).
Data dinas mencatat, lonjakan pengunjung terjadi secara bertahap sejak hari pertama Lebaran. Jumlah wisatawan tercatat 11.926 orang dengan pendapatan Rp 147.447.600 pada Jumat (20/3).
Sehari berikutnya meningkat menjadi 25.029 pengunjung dengan PAD Rp 304.213.500. Peningkatan signifikan terjadi pada Minggu (22/3) dengan 52.655 wisatawan dan pendapatan Rp 694.436.800.
Puncaknya terjadi pada Senin (23/3) dengan 68.233 pengunjung dan PAD Rp 848.560.500, menjadi angka tertinggi selama periode libur Lebaran tahun ini.
“Jika dilihat, trenya selalu meningkat setiap hari,” terangnya.
Meski mengalami sedikit penurunan pada Selasa (24/3), jumlah kunjungan tetap tinggi, yakni 65.993 wisatawan dengan pendapatan Rp 822.328.600.
Eko menambahkan, kawasan pantai masih menjadi primadona wisatawan.
Sejumlah destinasi seperti Pantai Drini, Pantai Sepanjang, hingga kawasan bukit paralayang mendominasi kunjungan selama libur Lebaran.
“Pantai tetap menjadi magnet utama. Hingga hari ini pun kunjungan masih terlihat ramai, apalagi dengan adanya kebijakan work from anywhere (WFA) yang memberi kelonggaran waktu libur,” jelasnya.
Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan dinas, mulai dari peningkatan promosi wisata, pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata, hingga pengawasan intensif terhadap pemungutan retribusi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul Hary Sukmono menilai, tren positif ini menjadi indikator kuat kebangkitan pariwisata daerah.
“Libur lebaran tahun ini menunjukkan tren yang sangat baik. Target PAD tercapai bahkan terlampaui. Ke depan ini harus dijaga,” katanya.
Meski demikian, pihaknya mencatat beberapa evaluasi, seperti kemacetan di Simpang Tiga Drini serta insiden dua wisatawan terseret ombak di Pantai Drini. Namun, kejadian tersebut dapat ditangani dengan cepat oleh tim SAR.
“Secara umum tidak ada kejadian signifikan. Liburan tahun ini bisa dikatakan nyaris sempurna, wisatawan bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.
Ke depan, kata dia, untuk menjaga tren positif ini pihaknya akan melakukan penataan kawasan pesisir selatan Gunungkidul agar lebih tertata dan semakin menarik minat wisatawan.
“Sesuai instruksi Bupati. Penataan pantai akan terus kami lakukan agar daya tarik wisata meningkat dan kunjungan tetap terjaga,” tandasnya. (bas)
Editor : Bahana.