Data rekapitulasi dari Dinas Perhubungan Gunungkidul mencatat lonjakan signifikan terutama didominasi kendaraan roda dua.
Koordinator Data Dinas Perhubungan Gunungkidul Patnawati menyampaikan, pada H-7 13 Maret 2026 jumlah kendaraan masuk tercatat sebanyak 24.909 unit dan keluar 24.012 unit.
Angka ini terus meningkat pada H-6 14 Maret 2026 menjadi 25.172 kendaraan masuk dan 24.760 keluar. “Setiap hari ada lonjakan, ini berbeda dengan hari-hari biasa,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Ia menyebut, lonjakan cukup tajam terjadi pada H-5 15 Maret 2026 dengan total kendaraan masuk mencapai 27.638 unit dan keluar 24.222 unit.
Puncaknya sementara terjadi pada H-4 16 Maret 2026, kata dia, di mana kendaraan masuk menyentuh angka 28.814 unit, sedangkan kendaraan keluar 22.079 unit.
Secara kumulatif hingga H-4, total kendaraan masuk mencapai 106.533 unit, sedangkan kendaraan keluar 95.073 unit.
“Ini akan terus meningkatkan tiap harinya, kami memantau dengan CCTV, ada dua CCTV untuk memverifikasi di jalan Patuk sebelum tanjakan Slumprit,” imbuhnya.
Dari sisi jenis kendaraan, sepeda motor menjadi yang paling dominan. Tercatat sebanyak 85.327 unit sepeda motor masuk dan 75.958 unit keluar selama periode tersebut.
Disusul kendaraan mobil dengan 18.889 unit masuk dan 17.289 keluar.
Sementara itu, kendaraan angkutan seperti bus tercatat 251 unit masuk dan 241 keluar. Bus besar sebanyak 163 unit masuk dan 126 keluar.
“Untuk kendaraan logistik, truk tercatat 1.506 unit masuk dan 1.178 keluar, sedangkan truk besar mencapai 397 unit masuk dan 281 keluar,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Pos Pengamanan (Pos PAM) Hargodumilah Patuk AKP Paryadi mengatakan, peningkatan arus kendaraan sudah mulai terasa sejak hari ketiga pengamanan. Ia menambahkan, hingga hari kelima pelaksanaan pengamanan, situasi di wilayah Patuk terpantau aman dan kondusif.
“Sampai hari ini tidak ada kejadian menonjol. Situasi aman, arus lalu lintas juga terpantau lancar berdasarkan pantauan kami,” imbuhnya.
Menurut Paryadi, sebagian besar pemudik yang singgah masih didominasi kendaraan roda empat yang membutuhkan waktu istirahat.
Sementara arus kendaraan saat ini diperkirakan masih didominasi pemudik lokal. Di lapangan, beberapa kendala ringan sempat ditemui, seperti kendaraan mogok akibat busi bermasalah, ban pecah, hingga kehabisan bahan bakar.
“Ada beberapa trouble seperti busi, pecah ban, dan kehabisan BBM. Kita upayakan bantuan melalui petugas, termasuk menyiapkan bengkel portabel,” tutupnya. (bas)
Editor : Bahana.