GUNUNGKIDUL - Libur Lebaran tahun ini diperkirakan diwarnai potensi cuaca ekstrem di wilayah DIY, terutama di kawasan pantai selatan.
Wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan karena terdapat potensi hujan dadakan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan, potensi cuaca tersebut perlu menjadi perhatian bagi wisatawan yang berencana menghabiskan libur Lebaran di destinasi wisata alam, khususnya pantai.
Informasi dari BMKG menunjukkan potensi gelombang tinggi di kawasan pantai selatan selama periode libur Lebaran.
“Selama libur Lebaran ini memang ada potensi hujan dadakan bahkan hujan ekstrem. Selain itu, diperkirakan juga ada ombak yang cukup besar dan tinggi di pantai selatan,” katanya saat ditemui usai apel kesiapsiagan pengamanan wisata Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) se-DIY di Pantai Siung, Senin (16/3/2026).
Ia mengimbau wisatawan yang berkunjung ke pantai di wilayah DIY agar tidak bermain air di laut. Meski kawasan wisata tetap dibuka, pengunjung diminta tetap berhati-hati karena karakter ombak di pantai selatan dikenal cukup kuat.
“Silakan berwisata dan menikmati pantai, tapi kami mengimbau tidak bermain air di laut karena ombaknya tinggi dan besar. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD DIY membentuk pos pendamping hidrometeorologi selama masa libur Lebaran.
Pos tersebut disiagakan selama 24 jam dengan dukungan personel dari BPBD kabupaten/kota.
Setiap pos diperkuat minimal empat personel yang bertugas melakukan pemantauan kondisi cuaca sekaligus memberikan pendampingan jika terjadi potensi bencana.
“Kami siapkan personel selama 24 jam untuk memantau dan mengamankan situasi selama libur Lebaran dari sisi kebencanaan,” jelasnya.
Ruruh menambahkan, status siaga darurat hidrometeorologi di DIY yang semula berakhir pada 19 Maret 2026 berpotensi diperpanjang hingga 19 April 2026.
Perpanjangan tersebut dilakukan karena masih terdapat potensi cuaca ekstrem meski puncak musim hujan telah lewat.
“Walaupun puncak musim hujan terjadi pada Januari-Februari, BMKG menyampaikan masih ada potensi hujan dadakan dan angin kencang,” bebernya.
Sementara itu, pemerintah daerah juga melakukan berbagai langkah antisipasi di sektor pariwisata.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Nanang Putranto mengatakan, koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan wisatawan selama libur Lebaran.
Koordinasi dilakukan bersama BPBD Gunungkidul dan tim SRI untuk memantau potensi kebencanaan di destinasi wisata, khususnya wisata alam.
“Prakiraannya cuaca relatif normal, tetapi tetap harus ada antisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Koordinasi juga dilakukan dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis) serta para pelaku usaha pariwisata di berbagai destinasi.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan wisata.
Nanang menjelaskan, jika terjadi hujan deras atau potensi banjir, sejumlah wahana wisata air akan dihentikan sementara hingga kondisi dinyatakan aman.
Baca Juga: Brigade Pangan Dorong Generasi Muda Pertanian dan Modernisasi Lahan di Grobogan
Beberapa destinasi wisata yang berpotensi ditutup sementara antara lain kawasan wisata Goa Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Air Terjun Sri Getuk di Kalurahan Bleberan, serta wisata Cave Tubing Kalisuci di Kalurahan Pacarejo Kapanewon Semanu.
“Cuaca ekstrem tetap harus diwaspadai. Jika kondisi tidak memungkinkan, aktivitas wisata air akan dihentikan sementara demi keselamatan pengunjung,” tambahnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita