GUNUNGKIDUL - Gempa bumi magnitudo 6,4 yang berpusat di tenggara Pacitan, Jawa Timur turut berdampak di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Satu rumah warga di Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta mengatakan, berdasarkan hasil assessment, kerusakan terjadi pada rumah milik Sumarwanto (41), warga Padukuhan Semanu Selatan Kalurahan Semanu Gunungkidul.
Gempa terjadi sekitar pukul 01.10 dini hari, saat penghuni rumah tengah beristirahat.
“Pemilik rumah terbangun karena kaget mendengar suara pecahan asbes saat terjadi gempa,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat, (6/2/2026).
Akibat guncangan, bagian teras rumah dilaporkan ambrol.
Bangunan rumah berukuran 6 x 6 meter tersebut sebelumnya merupakan rumah yang mendapatkan bantuan program BSPS.
Kerusakan terfokus pada teras berukuran sekitar 4 x 6 meter.
Selain itu, sebanyak 16 lembar asbes pecah dan enam batang kaso patah, sehingga aktivitas keseharian penghuni rumah terganggu.
Dalam rumah tersebut dihuni lima jiwa, terdiri atas dua anak laki-laki, dua orang dewasa, dan satu lansia.
“Kami memastikan sejauh ini tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut,” tegasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menyebut, untuk sementara dampak yang terdata baru satu kejadian di Semanu.
Pihaknya masih terus melakukan pemantauan dan pengumpulan data kemungkinan dampak lainnya.
Tak hanya itu, Purwono mengaku ikut merasakan kuatnya guncangan gempa dini hari tadi.
Menurutnya, durasi gempa terasa cukup lama, berkisar antara 10 hingga 15 detik, sehingga membuat warga terbangun dan berhamburan keluar rumah.
“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa. Kami tetap siaga dan terus menghimpun laporan dari wilayah lain,” imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut, kata dia, BPBD Gunungkidul telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan assessment lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan setempat.
Bantuan logistik pemakanan juga telah disalurkan kepada keluarga terdampak.
Berdasarkan hasil asesmen awal, BPBD Gunungkidul mencatat kebutuhan mendesak berupa material bangunan, seperti asbes atau seng, untuk perbaikan teras rumah.
“Total kerugian akibat kerusakan tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 2,7 juta,” imbuhnya. (bas)
Editor : Meitika Candra Lantiva