Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fasilitas Bermain Anak di Taman Hutan Kota Wonosari Rusak, Warga Minta Perbaikan

Yusuf Bastiar • Selasa, 3 Februari 2026 | 20:00 WIB

 

 

FASILITAS PUBLIK: Anak-anak saat bermain di area permainan anak bersama orang tua di Taman Hutan Kota Wonosari Selasa (3/2).
FASILITAS PUBLIK: Anak-anak saat bermain di area permainan anak bersama orang tua di Taman Hutan Kota Wonosari Selasa (3/2).

GUNUNGKIDUL - Kondisi fasilitas bermain anak di kawasan Taman Hutan Kota Wonosari menuai keluhan warga. Sejumlah sarana permainan yang seharusnya ramah anak dilaporkan mengalami kerusakan dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak.

Salah satu warga Wonosari Galuh Ajeng menyebut, beberapa fasilitas seperti perosotan mengalami kerusakan cukup parah, bahkan terdapat bagian yang berlubang dan ambrol. “Bagian perosotan ada yang bolong dan ambles. Itu berbahaya untuk anak-anak,” ujarnya saat ditemui kawasan Taman Hutan Kota Wonosari Selasa (3/2).

Selain itu, tangga menuju area perosotan juga mengalami kerusakan. Sehingga anak-anak terpaksa naik melalui bagian perosotan. Kondisi tersebut, menurut Galuh, membuat orang tua harus ekstra waspada saat mengawasi anak bermain.

Galuh menuturkan, Taman Hutan Kota Wonosari menjadi salah satu dari sedikit ruang terbuka publik di pusat kota yang bisa dimanfaatkan anak-anak untuk bermain. Karena itu, dia berharap perbaikan fasilitas dapat segera dilakukan. “Hampir setiap minggu saya ke sini. Tapi sekarang anak-anak tidak saya izinkan main perosotan karena takut membahayakan,” tegasnya.

Di sisi lain, kekhawatiran warga juga meningkat di tengah musim hujan. Kondisi pepohonan yang rindang dengan dahan besar perlu mendapat perhatian, terutama saat ada angin kencang. “Takut dahan patah. Harapannya bisa dilakukan pemangkasan pada dahan yang sudah lapuk,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan warga Kapanewon Semanu Desi Ariati. Ia mengaku tetap membawa anaknya bermain di Taman Hutan Kota karena suasananya sejuk dan teduh. Namun, ia mengakui ada beberapa fasilitas permainan yang rusak.

“Perosotannya ada yang ambles dan tangganya patah. Anak-anak memang masih senang bermain, tapi orang tua harus ekstra mengawasi supaya tidak sampai jatuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPT Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Heri Kuswantoro menyebut, anggaran untuk perbaikan bertahap sudah dialokasikan. Namun untuk tahun, anggaran digunakan untuk perbaikan pagar depan yang sudah ambruk. “Kami juga akan mengusulkan perbaikan di area permainan anak,” bebernya.

Heri mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana di Taman Hutan Kota. Namun demikian, DLH terus berupaya meningkatkan dan mengembangkan potensi kawasan tersebut.

Menurutnya, Taman Hutan Kota Wonosari memiliki fungsi penting, tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga fungsi ekologis. Kawasan ini berperan dalam meningkatkan kualitas udara, mengurangi polusi, serta membantu pembentukan dan pengaturan iklim mikro perkotaan.

Selain fungsi ekologis, kawasan tersebut juga memiliki potensi ekonomi dan edukatif. Taman Hutan Kota dapat dikembangkan sebagai wisata hijau perkotaan, wisata minat khusus, hingga sarana edukasi keanekaragaman hayati. “Di sini bisa menjadi tempat belajar mengenal berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman langka dan tanaman perindang,” tandasnya. (bas/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#membahayakan #rusak #Dinas Lingkungan Hidup (DLH) #wonosari #Gunungkidul #taman hutan kota #perosotan #fasilitas bermain anak