GUNUNGKIDUL - Sebanyak 110 pejabat di lingkup Pemkab Gunungkidul resmi dilantik oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih di Bangsal Sewokoprojo Jumat (2/1). Penataan jabatan kali ini dilakukan dengan pendekatan sistemik melalui aplikasi i-Mut.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul Iskandar menyebut, aplikasi tersebut digunakan untuk memastikan seluruh proses mutasi dan promosi berjalan sesuai norma, standar, dan kriteria (NSK) yang ditetapkan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dengan i-Mut, proses mutasi tidak bisa dilakukan secara subjektif atau suka-suka.
“Semuanya terkunci oleh aturan kepangkatan, kompetensi, dan prosedur kepegawaian yang ketat,” ujar Iskandar saat ditemui Jumat (2/1).
Ia menambahkan, meski pelantikan telah mencakup ratusan jabatan strategis, masih terdapat beberapa posisi pimpinan OPD yang belum terisi. Di antaranya kepala dinas sosial dan satuan polisi pamong praja. Pemerintah daerah merencanakan pengisian jabatan tersebut melalui mekanisme seleksi terbuka pada 2026.
Diketahui, pelantikan tersebut mencakup 16 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) serta puluhan pejabat administrator (eselon III), dan pengawas (eselon IV). Seluruhnya tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), rumah sakit daerah, hingga kapanewon. Rotasi dan promosi ini juga menyesuaikan perubahan struktur OPD, termasuk penggabungan sejumlah dinas.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan, mutasi dan promosi dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, kemampuan, serta kapasitas ASN, bukan karena faktor kedekatan personal.
“Saya pastikan tidak ada praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), termasuk uang sembunyi-sembunyi. Komitmen kita untuk birokrasi yang bersih harus dijaga,” tegasnya.
Endah juga mendorong para pejabat yang dilantik untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi. Termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan efisiensi kerja birokrasi. Hal itu dinilai penting untuk memperkuat kualitas pelayanan publik sesuai visi Pamong Melayani dan Ngayomi.
“Pelantikan di awal tahun ini menjadi momentum sekaligus resolusi bersama bagi seluruh aparatur untuk bekerja lebih profesional, inovatif, dan berintegritas,” sebutnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita