GUNUNGKIDUL - Pemkab Gunungkidul memberi perhatian pada layanan pendidikan anak usia dini. Upaya tersebut direalisasikan pemkab dengan mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Ibu PAUD Kabupaten Gunungkidul Periode 2025-2030, serta menyerahkan Beasiswa Gunungkidul Cerdas jenjang PAUD bagi 157 peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati menyampaikan, langkah ini diambil sebagai wadah untuk mengembangkan potensi anak usia dini. Dia berharap pengukuhan Pokja Ibu PAUD dan penyaluran beasiswa ini, seluruh anak usia dini di daerah ini dapat memperoleh layanan pendidikan yang merata, berkualitas, serta mendukung terwujudnya generasi. “Yang siap menghadapi tantangan masa depan,” jelas Nunuk saat ditemui pada Jumat (3/10).
Menurutnya, Pokja Ibu PAUD akan berperan sebagai penggerak dan fasilitator peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya PAUD. Sekaligus memastikan layanan PAUD bermutu hadir di seluruh wilayah Gunungkidul.
Bertepatan dengan pengukuhan Pokja, Nunuk juga menyampaikan, pemkab turut menyerahkan Beasiswa Gunungkidul Cerdas kepada 157 anak dari PAUD formal maupun nonformal. Menurut dia, program beasiswa ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan, perangkat daerah, mitra kerja, organisasi mitra PAUD, satuan pendidikan, serta orang tua atau wali siswa.“Pokja ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor, sehingga kualitas layanan pendidikan bisa lebih merata,” tambahnya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama bagi lahirnya generasi berkualitas. Bagi Endah, masa emas tumbuh kembang anak harus diisi dengan pembelajaran yang menyenangkan, penuh kasih sayang, serta bernilai karakter.
Tak hanya itu, Endah juga menekankan agar tenaga pendidik PAUD mengajarkan adat istiadat, sopan santun, dan etika yang baik. Pendidikan karakter menghormati orang yang lebih tua, kata dia menjadi penting sebab akan terbawa hingga dewasa. “Saya yakin dengan komitmen dan sinergi yang kuat, Gunungkidul mampu mencetak generasi emas yang sehat, cerdas, ceria, dan berkarakter,” tegasnya. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo