GUNUNGKIDUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul melalui UPT Kebersihan dan Pertamanan menambah fasilitas bak sampah di sejumlah titik keramaian dan ruang publik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kebersihan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.
Kepala UPT Kebersihan dan Pertamanan DLH Gunungkidul, Heri Kuswantoro, menyampaikan bahwa pemasangan sudah dilakukan di Alun-alun Wonosari. Setiap titik dilengkapi dua jenis bak sampah, yaitu organik dan anorganik.
“Bak sampah organik disediakan untuk sampah yang mudah terurai, seperti sisa makanan, daun kering, atau ranting. Sedangkan bak sampah anorganik untuk plastik, kertas, maupun logam yang bisa didaur ulang,” jelas Heri saat dihubungi Minggu (7/9).
Menurutnya, pemisahan ini diharapkan dapat membantu proses daur ulang berjalan lebih efektif serta mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Selain Alun-alun Wonosari, pemasangan fasilitas serupa juga dijadwalkan di Taman Kota Wonosari.
Heri menegaskan DLH Gunungkidul mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kedisiplinan bersama, kata dia, pemerintah berharap wajah ruang publik di Wonosari bisa lebih nyaman, sehat, dan lestari.
Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, termasuk para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan alun-alun. Salah satu PKL Among Prakoso mengaku keberadaan bak sampah baru sangat membantu menjaga kebersihan lingkungan.
“PKL di sini juga tertib soal kebersihan, sebelum buka lapak kita bersih-bersih, setelah tutup juga kita sapu. Kalau ada sampah yang tercecer, saya kumpulkan,” ujarnya. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo