Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Usia 78 Tahun, dalam Seminggu Tiga Hari Mbah Welas ke Kota Jogja Jual Mainan Bambu, Ini yang Dilakukan Jokowi

Andi May • Jumat, 30 Agustus 2024 | 05:35 WIB

Mbah Welas saat menerima bantuan sembako dan modal usaha dari Presiden RI, Kamis (29/8).Andi May/Radar Jogja
Mbah Welas saat menerima bantuan sembako dan modal usaha dari Presiden RI, Kamis (29/8).Andi May/Radar Jogja
 

RADAR JOGJA - Partono, 78, atau Mbah Welas pengrajin mainan bambu yang sering menjajakan jualannya di Pasar Beringharjo, Kota Jogja. Perjuangannya dalam menafkahi keluarganya meski dengan menjual mainan tradisional rupanya memantik perhatian Presiden RI Joko Widodo.


Mbah Welas tinggal di rumah anak dan menantunya di Padukuhan Ngepoh, Kalurahan Semin, Kapanewon Semin, Gunungkidul. Hal yang tidak disangka oleh Mbah Welas, melalui utusannya, Presiden Joko Widodo memberikan bingkisan sembako dan modal usaha, Kamis (29/8) siang.


Lantas kisah seperti apa yang membuat RI 1 tersentuh dengan Mbah Welas pengrajin bambu asal Semin Gunungkidul ?
Ditemui Radar Jogja, Mbah Welas bercerita, meski di usia tuanya dia tetap berusaha untuk bisa mencari nafkah. Setiap tiga hari dalam seminggu dirinya meninggalkan rumah menuju Kota Jogja untuk menjajakan mainan bambu yang telah dibuatnya.

"Tidak pulang ke rumah selama tiga hari, jadi selama di Jogja saya mencari tempat untuk bisa tidur, entah itu di gudang pasar maupun di emperan depan toko dengan membawa mainan bambu saya," ujar Mbah Welas, Kamis (29/8).


Dia mengakui, mainan bambu yang dijualnya sebagian dipesan dari orang lain. Berbahan dasar bambu itu dibuatnya menjadi suling dan mainan dengan harga Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu.


Menuju Kota Jogja sendiri, Mbah Welas kadang menumpang mobil orang lain ataupun naik bus dari Wonosari menuju Kota Jogja. Hemat ongkoslah yang menjadi alasan untuk dirinya tidak pulang ke rumah selama tiga hari menjual. "Sudah tujuh tahun saya menjual mainan ini, alhamdulilah dapat memenuhi biaya hidup di masa tua," ucapnya.


Mbah Welas sendiri memiliki seorang istri dan dua orang anak perempuan. Namun anak sulungnya telah meninggal dunia akibat penyakit yang diderita.


Namun begitu, rupanya mainan bambu miliknya ternyata dapat terjual hingga ke luar daerah. Dengan bantuan menantunya, kerajinan bambu itu di kirim ke Bali untuk dipasarkan.

"Sebelum menjual mainan bambu ini, saya biasanya kerja sebagai kuli atau serabutan, di rumah sendiri saya juga bertani, namun tenaga yang termakan usia sehingga saya hanya bisa mengerjakan apa yang saya bisa, salah satunya membuat kerajinan bambu ini," ucapnya.


Mbah Welas mengaku, dirinya juga telah mendapatkan bantuan dari salah satu komunitas bernama Ping. Donasi yang diberikan cukup untuk membangun rumah yang ditempatinya. "Kepada semua yang telah perhatian, saya ucapkan terima kasih, semoga rejeki yang memberi bantuan lancar dan sehat selalu," ucapnya.


Sementara itu, Staff Kepresidenan Sekretariat Negara Tatang mengatakan, bantuan yang diberikan kepada Mbah Welas dari Presiden RI berupa sembako dan modal usaha. "Kisah dari Mbah Welas viral di media sosial ketika sedang menjual di pasar Beringharjo, Kota Jogja, sehingga bapak Presiden (Joko Widodo) mengirimkan bantuan modal usaha dan sembako ini," ujar Tatang. (ndi)

Editor : Satria Pradika
#Kota Jogja #Gunungkidul #Mbah Welas #joko widodo #Presiden RI #bantuan sembako