RADAR JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul sebanyak 728 ribu kendaraan melintas di Jalan Jogja Wonosari selama libur lebaran 2024. Ratusan ribu kendaraan yang melintas di Jalan Jogja-Wonosari itu didominasi oleh pemudik dan wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul.
Meski tidak ada kemacetan yang berarti, Jalan Jogja-Wonosari dipadati kendaraan transportasi mulai dari bus, roda empat, roda dua dan mobil pengangkut barang mengingat jalur tersebut merupakan jalur utama arus mudik maupun balik.
Kepala Bidang Lalu-Lintas Dishub Gunungkidul Yohanes Nanang Putranto mengatakan, ratusan ribu kendaraan itu mayoritas sepeda motor dan mobil baik menuju Wonosari maupun Jogja.
"Untuk kendaraan sepeda motor yang melintas per-harinya berkisar 40 ribu sampai 50 ribu per-harinya. Sedangkan, kendaraan roda empat mencapai 30 ribu sampai 35 ribu kendaraan per-harinya," ujar Nanang kepada Radar Jogja, Senin (15/4).
Nanang menyebut, 447 ribu kendaraan sepeda motor melintas di Jalan Jogja Wonosari. Untuk kendaraan bermobil mencapai 258 ribu kendaraan melintas. "Untuk moda transportasi bus yang melintas di jalur utama mencapai 3.905 kendaraan selama libur lebaran," jelasnya.
Kepala Dishub Gunungkidul Rakhmadian memastikan tidak ada insiden kemacetan yang berarti walau terdapat kepadatan arus lalu lintas di jalur utama itu. "Meski padat, arus lalu lintas di Jalan Jogja-Wonosari terpantau lancar, kami mengakui adanya peningkatan akan kendaraan keluar masuk di jalan Jogja Wonosari," ujar Rakhmadian.
Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan yakni dengan menempatkan pembatas jalan di sejumlah titik dan penerapan flashing sejumlah lampu lalu lintas di jalur utama mudik. "Penerapan flashing pada lampu APILL bersifat insidentyl, jika jalur mengalami kepadatan kendaraan," ungkapnya.
Sedangkan, pengemudi yang melalui jalur alternatif, kata Rakhmadian, pihaknya memantau melalui CCTV jalan serta penerapan flashing lampu lalu lintas secara manual. "Sejumlah jalur alternatif memang sempat ada kemacetan, tetapi tidak berangsur lama kemudian lancar kembali," jelasnya. (cr6/pra)
Editor : Satria Pradika