GUNUNGKIDUL - Jelang lebaran Idul Fitri 2024, harga daging sapi di pasar tradisional Kabupaten Gunungkidul mulai menunjukan kenaikan.
Awal Ramadhan 2024, harga daging sapi berkisar Rp 140 ribu per-kilogramnya.
Namun, menjelang lebaran Idul Fitri dipatok dengan harga Rp 145 ribu perkilogram.
Pedagang daging sapi Pasar Argosari Wasirah, 54,mengaku tidak heran akan kenaikan harga daging ternak menjelang lebaran.
Menurutnya, kenaikan sejumlah komoditas sudah biasa terjadi menjelang hari raya.
"Sudah biasa terjadi kenaikan harga daging sapi, naiknya juga bertahap memasuki waktu-waktu lebaran," ujar Wasirah kepada awak media, Senin (1/4).
Meskipun begitu, permintaan akan daging sapi oleh konsumen menurun bila dibandingkan dengan awal Ramadhan lalu.
Menurutnya, permintaan akan meningkat seminggu sebelum hari raya.
"Sebelum naik juga masih sepi permintaan, biasanya seminggu sebelum lebaran permintaan akan daging sapi dan kambing biasanya meningkat," ucapnya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Gunungkidul Ris Heryani mengatakan, adanya lonjakan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional, salah satunya daging sapi.
"Jelang lebaran, daging sapi, ayam cenderung naik di sejumlah pasar di Kabupaten Gunungkidul," ujar Ris Heryani.
Ia merinci, untuk daging sapi yang sebelumnya berkisar Rp 135 ribu menjadi Rp 145 ribu per kilogram.
Sedangkan, daging ayam dijual dengan harga Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogram.
"Namun juga ada komoditas yang mengalami penurunan seperti telur ayam, cabai rawit, dan lain-lain," ungkapnya.
Untuk telur ayam sendiri, lanjut Heryani, dipatok Rp 26 ribu per kilogram yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 28 ribu per kilogram.
Begitu pula dengan dengan cabai rawit yang mengalami penurunan lumayan tinggi sebelumnya Rp 40 ribu menjadi Rp 35 ribu per-kilogramnya.
Mengantisipasi lonjakan harga, pihaknya rutin menggelar operasi pasar dan pasar murah dengan tujuan stabilisasi harga jelang lebaran Idul Fitri 2024.
"Setidaknya, sudah 12 kapanewon yang telah mengadakan pasar murah, dan akan tetap di gelar dengan menyasar kapanewon yang belum terjangkau," ungkapnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengimbau agar masyarakat bijak dalam berbelanja, membeli bahan pangan sesuai dengan kecukupan kebutuhan rumah tangga.
Masyarakat juga diminta untuk tidak panik akan lonjakan harga selama lebaran.
Pihaknya juga memastikan stok akan bahan pangan dan komoditas bahan pokok hingga lebaran nanti dapat tercukupi. (cr6)
Editor : Amin Surachmad