MAGELANG — Pemkot Magelang masih mempertimbangkan pelaksanaan pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Meski anggaran telah disiapkan, keputusan akhir belum diambil menyusul adanya imbauan pemerintah pusat dan larangan dari kepolisian.
Serta pertimbangan empati terhadap bencana yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Imam Baihaqi mengatakan, secara teknis pemkot sebenarnya telah menganggarkan kegiatan pesta kembang api. Namun, hingga kini pelaksanaannya belum dapat dipastikan.
Baca Juga: Innalillahi, Satu Orang Pendaki Ilegal Gunung Merapi asal Yogyakarta Ditemukan Meninggal Dunia
Satu pertimbangannya adalah imbauan pemerintah pusat dan aparat kepolisian agar daerah tidak menggelar pesta kembang api saat pergantian tahun. "Untuk pesta kembang api memang sudah dianggarkan, tetapi pelaksanaannya belum ada kepastian," bebernya, Rabu (24/12).
Sebagai gantinya, pemkot memastikan akan menggelar doa bersama lintas agama pada malam pergantian tahun. Doa bersama direncanakan berlangsung setelah Salat Magrib hingga Isya di masing-masing tempat ibadah.
Imam menegaskan, doa bersama menjadi agenda yang pasti dilaksanakan, terlepas dari ada atau tidaknya pesta kembang api. Sementara itu, keputusan terkait kembang api akan ditentukan dengan melihat perkembangan situasi ke depan.
Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Minta Pengawasan Distribusi BBM dan LPG Diperketat
Selain doa bersama, rangkaian kegiatan akhir tahun di Kota Magelang tetap diisi dengan hiburan musik. Sejumlah musisi dijadwalkan tampil, di antaranya Wafiq & The Emerald, Tyo N Friend’s, Tri Suaka, hingga Fanada. Pementasan musik ini direncanakan sebagai alternatif hiburan masyarakat tanpa mengurangi nuansa reflektif dan empati di akhir tahun.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengutarakan, pelaksanaan pesta kembang api bersifat situasional dan akan sangat bergantung pada kondisi serta kebijakan di daerah lain. Pemkot memilih bersikap hati-hati dan tidak ingin mengambil langkah yang bertentangan dengan semangat solidaritas nasional.
Baca Juga: Bingung Cari Kata? Ini Ide Ucapan Natal yang Luwes, Hangat, dan Mudah Dipakai
"Itu (kembang api) situasional. Kita lihat nanti seperti apa, daerah lain bagaimana. Kalau daerah lain tidak mengadakan, ya kita juga tidak. Yang pasti doa bersama tetap kita laksanakan," kata Damar.
Dia menambahkan, doa bersama akan dilaksanakan serentak di seluruh tempat ibadah di Kota Magelang setelah Magrib. Damar berharap, kegiatan ini menjadi momentum refleksi bersama sekaligus wujud empati atas musibah yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. (aya/pra)