RADAR JOGJA - Pameran Nget-Ngetan dalam rangka Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2023 telah resmi diakhiri pada hari Jumat, 13 Oktober 2023. Acara penutupan Pameran Nget-Ngetan diawali oleh sambutan Syeaan Parica dan Juwita Wardah mewakili tim pameran Nget-Ngetan dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo Arif Prastowo.
Berlangsung selama dua pekan, Pameran Nget-Ngetan FKY 2023 menyajikan beragam pengalaman seni dengan menitikberatkan pada konten pameran empat ruas, yaitu Pelajar, Reka Baru, Kelana Karya (Sowan) dan Aktivasi Arsip Sastra Jawa Klasik. Selain itu, Pameran Nget-Ngetan FKY 2023 juga menyelenggarakan berbagai lokakarya yang menyasar segmen pelajar, sebagai upaya untuk menumbuhkan sensitivitas sensorik, keberanian eksplorasi, mengembangkan imajinasi, dan
kepedulian pada lingkungan alam kepada mereka.
Pameran Nget-Ngetan FKY 2023 juga diramaikan oleh kunjungan berbagai sekolah di kawasan Kulonprogo. Dalam sambutannya, Arif Prastowo mengatakan bahwa keberadaan pameran di Kulonprogo ini menjadi kesempatan yang sangat bagus bagi siswa-siswa untuk belajar langsung dengan kebudayaan lokal, utamanya tentang pangan, melalui kesenian-kesenian yang dipamerkan.
“(Pameran) Ini pelajaran yang sangat bagus bagi kita, anak-anak sekolah, sehingga mereka dikenalkan dengan budaya mereka sendiri, di mana hari ini anak-anak itu tidak banyak mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan situasi budaya,” tutur Arif.
Selain siswa-siswa, Pameran Nget-Ngetan juga diramaikan oleh kunjungan warga Kulonprogo. Karenanya Arif berterima kasih pada semua pihak, terutama panitia, yang telah memilih Kulonprogo sebagai tempat penyelenggaraan FKY 2023. Arif berharap suatu hari FKY 2023 dapat kembali lagi ke Kulonprogo sehingga dapat dinikmati secara dekat oleh masyarakat setempat.
Sementara itu, Juwita Wardah menyampaikan harapannya semoga pesan-pesan di balik Pameran Nget-Ngetan dapat tersampaikan kepada para penonton. Sehingga bisa menjadi kolaborasi yang baik yang dapat berdampak pada masyarakat Kulonprogo.
“Kami mewakili para panitia mohon maaf dan terimakasih yang sebesar-besarnya. Semoga presentasi kami bisa diterima dan berkelanjutan secara moral dan pesan-pesan,” ungkap Juwita.
Meramaikan rangkaian acara penutupan, panggung juga dimeriahkan oleh pertunjukan tari spesial, bertajuk “Dialog Horisontal”, dengan koreografer Kinanti Sekar Rahina dan penari Fitri Setyaningsih dan Fredy Hendra. (sce/ila)
Editor : Reren Indranila