JOGJA – Bioskop Indonesia kembali menghadirkan gebrakan baru di momen Lebaran 2026.
Film fiksi ilmiah keluarga Pelangi di Mars resmi tayang hari ini (18 Maret 2026) di seluruh jaringan bioskop, termasuk di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Garapan debut sutradara Upie Guava ini langsung mencuri perhatian berkat visual futuristik berkelas Hollywood, paduan live-action dan CGI canggih, serta pesan kuat tentang mimpi besar anak Indonesia.
Berlatar tahun 2100, Bumi menghadapi krisis air bersih parah akibat monopoli korporasi dan kerusakan lingkungan.
Di tengah keputusasaan umat manusia, muncul harapan dari Planet Mars.
Pelangi (diperankan Keinaya Messi Gusti), seorang gadis Indonesia berusia 12 tahun, menjadi manusia pertama yang lahir dan besar di Mars.
Dibesarkan oleh sekelompok robot tua terbengkalai, Pelangi memimpin petualangan epik mencari Zeolith Omega—mineral langka yang diyakini mampu memurnikan air dan menyelamatkan Bumi.
Bersama sahabat-sahabat robotnya yang unik dan penuh karakter (termasuk robot berpenampilan mirip manusia), Pelangi harus menghadapi tantangan luar angkasa, konflik internal, serta rahasia masa lalu ibunya, Pratiwi (Lutesha).
Film ini memadukan elemen sci-fi petualangan, drama keluarga, dan sentuhan humor ringan yang cocok untuk ditonton bersama anak-anak.
Visual menjadi nilai jual utama Pelangi di Mars.
Produksi Mahakarya Pictures ini berhasil menghadirkan lanskap Mars yang realistis, efek CGI robot yang detail, serta adegan luar angkasa yang memukau—sebuah lompatan besar bagi sinema Indonesia.
Banyak penonton dan kritikus menyebutnya sebagai "sci-fi lokal rasa internasional" dengan kualitas produksi yang patut diacungi jempol.
Baca Juga: Tawur Kesanga di Magelang, Tiga Ogoh-ogoh Dibakar Tandai Penyucian Jelang Nyepi
Akting para pemain juga solid.
Keinaya Messi Gusti sebagai Pelangi tampil natural dan menggemaskan, terutama di bagian masa kecilnya.
Lutesha sebagai peneliti Pratiwi membawa emosi mendalam, sementara Rio Dewanto sebagai astronot ayah memberikan nuansa hangat keluarga.
Livy Renata sebagai karakter antagonis Mirna menambah ketegangan cerita.
Pengisi suara robot seperti Gilang Dirga (Petya) juga berhasil membuat penonton tersenyum dengan dialog kocaknya.
Pesan film ini sangat relevan: menginspirasi generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi menjadi astronot, ilmuwan, atau penjelajah masa depan.
Meski ada beberapa lelucon yang terasa sedikit kekanak-kanakan dan satu-dua plot hole kecil, secara keseluruhan film ini menghibur, menyentuh, dan membanggakan karya anak bangsa. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin