RADAR JOGJA - Bobon Santoso dan Willie Salim adalah dua kreator konten kuliner yang dikenal melalui video masak dalam porsi besar.
Keduanya memiliki pendekatan berbeda dalam menyajikan konten, yang belakangan ini memicu perbincangan hangat di kalangan warganet.
Gaya Konten Bobon Santoso
Bobon Santoso dikenal sebagai YouTuber dan chef yang kerap membuat konten memasak dalam jumlah besar.
Ia sering berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi militer seperti Kodim 1616/Gianyar, untuk memasak dan membagikan makanan kepada masyarakat.
Salah satu contohnya adalah saat ia menyajikan 100 kg ayam balado dalam sebuah acara masak besar.
Bobon menekankan pentingnya persiapan matang dalam setiap kegiatannya, meskipun sering kali menghadapi tantangan seperti potensi kerugian finansial hingga 60-90% dalam produksi kontennya.
Insiden Willie Salim di Palembang
Willie Salim, di sisi lain, adalah kreator konten yang juga terjun ke dunia masak besar.
Salah satu kontennya yang viral adalah saat ia mencoba memasak 200 kg rendang di Palembang.
Namun, acara tersebut menuai kontroversi ketika rendang yang belum matang tersebut diambil oleh warga setempat sebelum selesai dimasak.
Insiden ini memicu reaksi negatif dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Sumatera Selatan yang merasa citra masyarakat Palembang dirugikan.
Perbandingan Kualitas Konten Masak Besar
Bobon Santoso menyoroti perbedaan pendekatan antara dirinya dan Willie dalam membuat konten masak besar.
Bobon menekankan pentingnya persiapan yang matang, penggunaan peralatan yang sesuai, dan pemahaman mendalam tentang proses memasak, terutama untuk masakan yang memerlukan waktu lama seperti rendang.
Ia mengkritik Willie karena dianggap kurang persiapan dan lebih fokus pada aspek hiburan daripada esensi berbagi.
Tuduhan Peniruan Ide
Konflik antara Bobon dan Willie semakin memanas ketika Bobon secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap Willie, terutama terkait konten masak besar yang dibuat Willie.
Bobon menuduh Willie tidak memiliki etika dan persiapan yang memadai dalam membuat konten.
Meskipun tidak secara eksplisit menyebut bahwa idenya dicuri, Bobon mengindikasikan bahwa pendekatan Willie dalam membuat konten masak besar kurang orisinal dan tidak menghormati standar yang telah ia tetapkan. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva