RADAR JOGJA – Film Siksa Neraka dilarang tayang oleh pihak berwenang di negara Malaysia dan Brunei Darussalam.
Film ini dianggap tidak pantas gambarkan suasana neraka. Anggapan ini menuai berbagai reaksi dari masyarakat dan tokoh agama dari kedua negara itu.
Melansir dari Movieindozone, pemerintah dari kedua negara tersebut mengambil keputusan yang tegas untuk melarang penayangan film Siksa Neraka dengan alasan kontennya dianggap tidak sesuai dengan nilai – nilai dan keindahan neraka yang seharusnya dipahami masyarakat.
Adanya keputusan tersebut telah mengundang suara – suara dikalangan pecinta film dan pemuka agama.
Menurut pihak berwenang, film Siksa Neraka terlalu mengerikan dan kurang menghormati nilai – nilai keagamaan, meski ditujukan untuk memberikan pemahaman tentang hukuman di akhirat.
Sejumlah ulama dan tokoh agama di kedua negara turut angkat suara dengan menentang penayangan film Siksa Neraka.
Mereka menyebut film ini sebagai penghinaan terhadap ajaran agama dan keyakinan masyarakat.
Netizen juga turut menyuarakan persepsi mereka tentang larangan ini.
Ada yang setuju agar nilai – nilai keagamaan tetap terjaga. Ada pula yang berpendapat bahwa larangan ini telah melanggar kebebasan berekspresi.
Kondisi ini telah menyebar luar di dunia maya, bahkan menjadi trending topik di Twitter/X dan Instagram.
Selain perdebatan dan berbagai persepsi yang dilontarkan, banyak pihak yang berharap agar kasus ini segera diselesaikan dengan diskusi lebih lanjut.
Editor : Bahana.