RADAR JOGJA – The Lord of the Rings: Gollum adalah game aksi petualangan yang dikembangkan oleh Daedalic Entertaiment.
Game ini dibuat oleh JRR Tolkien. The Lord of the Rings: Gollum mengambil latar belakang cerita diantara peristiwa The Hobbit dan The Fellowship of the Ring.
The Lord of the Rings: Gollum sendiri sempat mengalami kemunduran perilisan yang harusnya pada September 2021, malah dirilis pada 25 Mei 2023.
Game satu ini mendapat ulasan negatif dari para kritikus. Daedalic Entertaiment membatalkan rencana untuk game Lord of the Rings kedua dan menutup divisi pengembangan mereka dan berpindah ke model penerbitan saja.
Baru – baru ini ada surat permintaan maaf Lord of the Rings: Gollum ditulis oleh Daedalic Entertaiment karena kualitas teknis game yang cukup bermasalah.
Mantan anggota dari studio Daedalic melakukan wawancara dengan akun youtube Game Two dan memberikan informasi yang cukup mengejutkan.
Adanya surat permohonan maaf dari Daedalic Entertaiment yang ditulis dengan ChatGPT.
Daedalic Entertaiment sendiri tidak mengetahui perihal surat permohonan maaf yang sudah beredar dan publisher Nacon yang beranggung jawab dengan perilisan surat tersebut.
Saat di test oleh pengguna Twitter dengan nama Underdrilll, hasil penulisan ChatGPT untuk surat permintaan maaf yang ia buat sangat mirip dengan yang dibuat oleh Daedalic Entertaiment.
Saat iwawancara dengan Game Two, kedua mantan developer ini memberikan informasi mengenai biaya pengembangan game Lord of the Rings: Gollum, yaitu sekitar 15 juta Euro.
“Banyak orang yang mengerjakan game tersebut merupakan developer dengan pengalaman 10, 15, dan 20 tahun. Mereka sangat bangus.
Namun, mereka tidak dapat menyulap game karena tidak mendapatkan dana yang cukup,” ungkap mantan Senior Developer Daedalic, Paul Schulze.
Dalam video juga dikatakan bahwa karena kehabisan waktu, beberapa karakter dan adegan dalam Lord of the Rings: Gollum yang seharusnya dianimasikan malah disembunyikan begitu saja dari pemain.
“Anda tidak bisa hanya membuang lebih banyak uang untuk hal seperti itu, menunggu satu tahun lagi dan kemudian semuanya akan baik – baik saja. Itu tidak realistis karena game di bawahnya tidak mendukung,” kata Paul. (Juliana Belence/ RADAR JOGJA)
Editor : Bahana.