Rupiah Menguat Terbatas di Level 18.149 per Dolar AS Terdorong Anjloknya Harga Minyak Dunia

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (3/11/2026).
Penguatan mata uang garuda ini didorong oleh penurunan signifikan harga minyak mentah dunia seiring menguatnya sinyal diplomasi damai di kawasan Timur Tengah.
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah naik tujuh poin atau 0,04 persen ke posisi 18.149 per dolar AS jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level 18.156 per dolar AS.
Analis Doo Financial Lukman Leong menjelaskan bahwa rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas. Penguatan ini ditopang oleh penurunan harga minyak mentah dunia akibat optimisme pembicaraan damai antara AS dan Iran.
Baca Juga: Sejumlah Gereja Angkat Salam Tiga Jari Saat Ibadah, Pendeta Soroti Keadilan dan Kebijakan Penguasa
“Rupiah diperkirakan masih berfluktuatif dalam rentang ketat dengan potensi menguat terbatas didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup besar oleh harapan pembicaraan damai Timteng (Timur Tengah),” ujar Lukman Leong.
Minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional merosot di bawah US$105 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Oktober.
Brent diperdagangkan di posisi US$ 104,43 per barel atau turun 7,94 persen. Sementara minyak acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), merosot US$ 7,62 atau 7,32 persen ke level US$ 96,50 per barel.
Penurunan harga komoditas energi ini dipicu meredanya kekhawatiran gangguan pasokan setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Mojtaba Khamenei menyetujui jalur negosiasi.
Pertukaran pesan diplomasi antara Washington dan Teheran telah dimediasi oleh Qatar di Doha.
Meski begitu, penguatan rupiah masih tertahan oleh sikap hati-hati investor menghadapi pekan padat data ekonomi global dan persiapan pemilihan legislatif paruh waktu di AS.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




