Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Melemah, Tekanan Pasar Global dan Domestik Jadi Sorotan

M
Ilustrasi penukaran uang rupiah dan dolar AS di gerai valuta asing.
Ilustrasi penukaran uang rupiah dan dolar AS di gerai valuta asing.

Advertisement

RADAR JOGJA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Senin (19/10/2026). Rupiah turun 8 poin atau 0,04 persen ke level Rp18.035 per dolar AS, dari penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp18.027 per dolar AS.

Pelemahan tersebut terjadi ketika pasar keuangan Indonesia menghadapi sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri. Perkembangan pasar modal, evaluasi terhadap klasifikasi pasar saham Indonesia, serta ketegangan geopolitik menjadi beberapa faktor yang turut diperhatikan investor.

Dari dalam negeri, perhatian tertuju pada laporan konsultasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Lembaga penyedia indeks global tersebut mengusulkan agar Indonesia beralih dari kategori Emerging Market atau pasar berkembang menjadi Standalone Market.

Advertisement

Proses tersebut masih memasuki tahap konsultasi. Pelaku pasar dapat menyampaikan masukan hingga 30 April 2027, sementara keputusan akhir diperkirakan diumumkan sebelum 30 Juni 2027. Wacana perubahan klasifikasi ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan penilaian terhadap kondisi dan tata kelola pasar saham Indonesia.

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi dan denda administratif dengan total Rp2,1 triliun kepada tiga perusahaan terbuka, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Barito Renewables Energy Tbk, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. Langkah tersebut berkaitan dengan hasil pemeriksaan regulator atas dugaan pelanggaran di pasar modal.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan batas Auto Rejection Bawah (ARB) saham dari sebelumnya 15 persen menjadi 7 persen. Kebijakan tersebut berlaku mulai 19 Oktober hingga 31 Desember 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga perdagangan efek tetap teratur, wajar, dan efisien serta mengendalikan volatilitas pasar.

Advertisement

Sejumlah langkah regulator tersebut menjadi bagian dari perkembangan yang dicermati pelaku pasar. Upaya pengawasan dan penyesuaian kebijakan diharapkan dapat mendukung kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Tekanan terhadap rupiah juga datang dari kondisi geopolitik global. Perkembangan konflik di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina menjadi perhatian karena berkaitan dengan pergerakan harga minyak dunia. Ketidakpastian di kawasan penghasil dan jalur distribusi energi dapat memengaruhi pasar komoditas dan sentimen keuangan internasional.

Analis Doo Financial, Lukman Leong, menilai nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan dari faktor domestik maupun eksternal. Meski demikian, langkah pengawasan OJK dan perkembangan di BEI berpotensi membantu memulihkan kepercayaan pasar.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS. Pergerakan selanjutnya masih akan dipengaruhi perkembangan kondisi pasar keuangan dalam negeri dan situasi ekonomi global.

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Otentik Konkret, Kota Jogja Rayakan HUT ke-270 saat Sampah Diolah Jadilah Rupiah

Otentik Konkret, Kota Jogja Rayakan HUT ke-270 saat Sampah Diolah Jadilah Rupiah

Otentik Konkret, Kota Jogja Rayakan HUT ke-270 saat Sampah Diolah Jadilah Rupiah

Modus SPK Fiktif Dinas Pertanian Jogja, Pengusaha Catering Nyaris Ketipu Jutaan Rupiah 

Modus SPK Fiktif Dinas Pertanian Jogja, Pengusaha Catering Nyaris Ketipu Jutaan Rupiah 

Kasus penipuan dengan modus memesan makanan dalam jumlah besar mengatasnamakan instansi pemerintah kembali terjadi pada awal Oktober 2026.  Kali ini, seorang perempuan yang mengaku bernama Della Calista dan mengklaim..

Garap Subtitle Film Bioskop dan Netflix, Pria Asal Jogja Ini Kantongi Ratusan Juta Rupiah

Garap Subtitle Film Bioskop dan Netflix, Pria Asal Jogja Ini Kantongi Ratusan Juta Rupiah

Bangun Saelab Lewat Ekosistem Digital, Firosyan Gaji Freelancer di Atas UMR DIJ Garap Subtitle Film Raup Untung Ratusan Juta Sebulan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer