Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sensus Ekonomi Dilaksanakan Tahun Ini, BPS Kota Jogja Minta Warga Tidak Tolak Petugas

I
Penulis: Iwan Nurwanto❯
UNJUK GIGI: Beberapa stan UMKM batik dari sejumlah daerah turut meramaikan Magelang Batik Festival 2025 Rabu (22/10).
UNJUK GIGI: Beberapa stan UMKM batik dari sejumlah daerah turut meramaikan Magelang Batik Festival 2025 Rabu (22/10).

JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja menjadwalkan sensus ekonomi pada pertengahan tahun 2026.


Advertisement

Masyarakat dihimbau tidak menolak petugas.

Ahli Madya BPS Kota Jogja Fandi Akhmad mengatakan, himbauan tersebut berdasar karena masih banyak masyarakat menolak kehadiran petugas.

Lantaran untuk melaksanakan sensus petugas harus mendatangi rumah ke rumah.

Advertisement

Fandi memahami, kondisi masyarakat di perkotaan memang biasanya takut dengan kehadiran orang asing.

Di samping itu, juga ada kekhawatiran akan dibebankan biaya oleh pemerintah ketika di data usahanya.

“Sensus ekonomi ini murni untuk pengumpulan data perkembangan ekonomi, tidak ada kaitannya dengan pajak maupun pembiayaan yang dilakukan pemerintah," ujar Fandi di kantornya, Senin (9/2/2026).

Advertisement

Dia menjelaskan, bahwa sensus ekonomi bakal menyasar seluruh pelaku usaha di Kota Jogja.

Baik itu pelaku usaha mikro, perusahaan besar, maupun usaha yang dijalankan secara online.

Selama masa sensus, Fandi meminta agar masyarakat bisa menerima petugas BPS Kota Jogja dengan baik.

Serta memberikan data yang akurat terkait dengan aktivitas usahanya.

Menurutnya, data yang didapat melalui sensus akan berfungsi sebagai dasar kebijakan pemerintah kedepannya.

Sensus ekonomi dilakukan setiap sepuluh tahun sekali.

Terakhir pada tahun 2016 lalu.

“Di bulan Juni sampai Juli, petugas lapangan akan terjun langsung secara door-to-door untuk mendata usaha menengah, UMKM, dan koperasi,” beber Fandi.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu pelaku UMKM di Kemantren Wirobrajan Sudaryanti mengaku akan menerima petugas sensus.

Namun dia berharap pemerintah bisa memberikan sosialisasi sebelum kegiatan dilakukan.

Menurutnya, pelaku usaha seperti dirinya akan takut dengan kehadiran petugas sensus karena sebelumnya tidak mengetahui tujuan kegiatan.

Di samping itu juga ada kekhawatiran terhadap modus penipuan.

“Karena kadang takut juga kalau tiba-tiba ada orang datang ke rumah minta identitas dan sebagainya, ya mungkin bisa didampingi RT/RW supaya kami yakin juga,” terang penjual nasi rames ini. (inu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Badan Pusat Statistik (BPS) Catat Pengangguran Indonesia Turun Jadi 7,24 Juta Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) Catat Pengangguran Indonesia Turun Jadi 7,24 Juta Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2026 mencapai 7,24 juta orang.Angka tersebut turun sekitar 35 ribu orang dibandingkan Februari 2025.

Sikapi Sensus Ekonomi, Masyarakat Pertanyakan Kerahasiaan Data; Ditanya-tanya Pendapatan, Pelaku Usaha di Jogja Khawatir Berkaitan

Sikapi Sensus Ekonomi, Masyarakat Pertanyakan Kerahasiaan Data; Ditanya-tanya Pendapatan, Pelaku Usaha di Jogja Khawatir Berkaitan

Sensus ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) membawa kekhawatiran tersendiri bagi para pelaku usaha.

BPS DIY Jamin Kerahasiaan Data Warga, Gali Informasi sesuai Kebutuhan Statistik

BPS DIY Jamin Kerahasiaan Data Warga, Gali Informasi sesuai Kebutuhan Statistik

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY memastikan kerahasiaan data masyarakat yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi (SE) 2026 terjamin.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer