SLEMAN - Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogjakarta mengambil langkah nyata dalam memerangi maraknya judi online. Melalui gerakan Antariksa 2025, mereka menggelar edukasi dan sosialisasi ke warga di Padukuhan Salakan, Nogotirto, Gamping, Sleman.
Ketua Antariksa 2025 Reza Al-Khifari mengungkapkan, dengan mengangkat tema Stop Clicking Start Living, kampanye ini menyasar kelompok rentan yang berisiko terdampak judi online.
"Edukasi dilakukan secara terbuka melalui diskusi warga, pemaparan materi, hingga sesi tanya jawab langsung," katanya Senin (30/6).
Reza menegaskan, kampanye ini tidak hanya memberikan informasi semata. Tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat untuk ikut aktif dalam upaya pencegahan. "Sosialisasi ini untuk membangun kesadaran kolektif bahwa judi online bukan hanya urusan individu, tapi masalah sosial yang dampaknya luas," jelasnya.
Dalam praktiknya, Reza berujar, langkah ini juga dilatarbelakangi oleh data dari pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan (PPATK). Mencatat perputaran dana judi online masih mencapai Rp 47 triliun pada kuartal pertama 2025. Meski lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yakni Rp 90 triliun. Namun angka tersebut tetap menunjukkan skala masalah yang serius.
Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa keterlibatan warga sangat penting dalam menekan laju penyebaran praktik judi digital.
"Kami ingin masyarakat jadi lebih tangguh secara informasi dan mental, agar tidak mudah terjebak dalam lingkaran judi online," ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 4 Dusun Salakan Agung Dwi Cahyo mengakui, banyak warga yang belum memahami bahaya judi online secara utuh. "Setelah sosialisasi ini, kami jadi paham cara mendeteksi dan mencegahnya sejak dini," ungkap Agung.
Selain menyasar komunitas warga, kampanye Antariksa juga telah dilakukan di sejumlah SMA di Jogja pada Mei lalu. Sebab pelajar termasuk kelompok usia rawan. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita