JOGJA - Rencana pembangunan kampus UNY di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menuai pro dan kontra.
Sejumlah mahasiswa Blora yang tergabung dalam sebuah aliansi sempat menggelar aksi penolakan, karena khawatir pendirian kampus justru akan memicu kenaikan harga tanah dan biaya hidup di sekitarnya.
Selain itu, mereka mempertanyakan urgensi pembangunan kampus baru mengingat Blora telah memiliki sejumlah perguruan tinggi.
Selain di Blora, resistensi juga sempet terjadi di Gunungkidul, di mana kampus UNY sendiri sudah berdiri dan beroperasi di atas tanah seluas 6 hektare.
Bagi beberapa pihak, keberadaan kampus UNY di Gunungkidul kurang memberi kontribusi, utamanya bagi warga lokal sekitar kampus.
Merespons hal ini, Rektor UNY Prof Dr Sumaryanto mengungkapkan, bahwa asas pendirian kampus cabang UNY, baik di Gunungkidul maupun Blora, sepenuhnya berlandaskan kerja sama dengan pemerintah daerah terkait.
"Dalam hal ini UNY diberi hibah tanah, legal formal surat dan aktanya juga ada. Kalau tidak ada kerja sama dua belah pihak, kami tentu tidak bisa membangun," katanya saat ditemui di UNY, Jumat (16/5/2025).
Dia berharap masyarakat dapat menerima dengan terbuka keberadaan kampus UNY, karena niat pendiriannya ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi.
"Kalau dari kami ingin agar semua bisa didiskusikan dengan kondusif, kan niat kami baik, diberikan hibah tanah juga kami terima dengan baik," ujarnya.
Soal pro kontra yang terjadi, pihaknya secara aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah terkait.
Seperti yang terjadi di Gunungkidul, ia menampik bahwa kehadiran UNY tidak memberi kontribusi bagi warga lokal sekitar kampus.
"Seperti di Gunungkidul, kalau atlet dari tim pemkab mau pakai fasilitas lapangan atau latihan di sana, gratis dan dipersilakan," sebutnya.
Lebih lanjut, dalam konteks rencana pendirian di Blora sendiri, saat ini masih dalam tahap pembahasan. Sebab, ada dua opsi lokasi pendirian, yakni di kota Blora, dan di Cepu.
Untuk luasan lahan diakuinya mencapai 10 hektare. Secara prinsip, ia mengaku bahwa UNY cukup fleksibel untuk bisa membangun di mana saja. Asal ada kesepakatan yang dilakukan secara legal formal.
"Kami akan bertemu dengan bupati Blora pada 21 Mei mendatang, membahas lebih lanjut rencana itu," bebernya.
Secara proyeksi, pendirian kampus di Blora akan dilakukan tahun depan. Pihaknya mengaku sudah memiliki blueprint dan landskap pembangunan, yakni diproyeksikan untuk menampung 20 prodi.
"Kami estimasi di Blora untuk 20 prodi, termasuk prodi olahraga yang memang menjadi unggulan UNY," tandasnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita