JOGJA – Badan Pusat Statistik (BPS) DIY resmi mendirikan Pojok Statistik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY). Pojok Statistik di kampus tersebut merupakan yang ketiga di DIY setelah sebelumnya ada di Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Gunungkidul.
Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengatakan, pihaknya berkomitmen mencerdaskan bangsa melalui data. Keberadaan Pojok Statistik di perguruan tinggi bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa sebagai generasi penerus. Untuk melakukan perencanaan, monitoring evaluasi, berpikir logis, dan mengambil keputusan yang efisien berbasis data yang bisa dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Penyalahgunaan Narkoba di Bantul Meningkat, dari 129 Kasus pada 2023, Tahun Ini Mencapai 135 Kasus
“Dengan pengenalan, literasi, edukasi tentang data dan statistik sejak dari bangku kuliah, akan menjadi bekal ketika nanti mereka menggantikan generasi yang ada sebagai pemimpin bangsa," katanya, Sabtu (7/12/2024).
Dia menuturkan, peresmian Pojok Statistik ini merupakan tonggak penting dalam upaya bersama untuk meningkatkan literasi statistik di kalangan akademisi dan masyarakat luas. Pojok Statistik, kata Herum, adalah komitmen BPS untuk mewujudkan layanan statistik yang mudah bagi semua kalangan. Khususnya bagi mahasiswa dalam peningkatan literasi dan pemanfaatan statistik di lingkungan perguruan tinggi.
“Pojok Statistik ini diharapkan menjadi pusat informasi dan pembelajaran statistik yang komprehensif,” ujar Herum.
Rektor UPNVY Mohamad Irhas Effendi berharap kolaborasi dengan BPS dapat mempercepat dan mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045 mendatang. Dia mengaku sebagai perguruan tinggi, UPNVY memiliki tugas terkait pendidikan dan pengabdian. Dua hal tersebut menurutnya berbasis data.
“Data juga penting untuk riset dan mendukung pembangunan nasional. Harapannya dosen dan mahasiswa banyak yang datang ke Pojok Statistik menggunakan data untuk riset," ucapnya.
Dia menuturkan, UPNVY sendiri juga berupaya menyiapkan SDM unggul seperti yang diamanatkan di salah satu tujuan transformasi sosial Indonesia menuju Indonesia Emas. Maka dari itu, mahasiswa dan dosen perlu dukungan data untuk melakukan riset dan pengembangan.
“Data yang disiapkan oleh BPS sangat strategis bagi kami, yang diamanatkan menjadi universitas pionir pembangunan,” kata Irhas.
Sementara itu, Direktur Diseminasi dan Layanan Statistik BPS Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami menjelaskan, saat ini ada 139 Pojok Statistik di Indonesia. Termasuk Pojok Statistik yang baru diresmikan di UPNVY tersebut. Dia menerangkan, Pojok Statistik merupakan perluasan layanan publik. "Intinya ini untuk mendekatkan layanan, ada konsultasi statistik, rekomendasi, perpustakaan, dan penjualan data mikro, tapi untuk pendidikan gratis," ujarnya.
Dia menyebut, selama ini lebih dari 50 persen pengguna data statistik milik BPS merupakan mahasiswa, dosen, dan peneliti. Sehingga kehadiran Pojok Statistik diharapkan bisa membantu mereka dalam memperoleh data dan memanfaatkannya. (tyo)
Editor : Sevtia Eka Novarita