Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seluruh Kantor Kalurahan Belum Tersambung Jaringan FO

Editor Content • Senin, 29 Mei 2023 | 14:04 WIB
SINOVAC: Vaksinasi di Pendapa DPRD Sleman kemarin (19/8) dengan target 700 orang. Yogi ip/radar jogja
SINOVAC: Vaksinasi di Pendapa DPRD Sleman kemarin (19/8) dengan target 700 orang. Yogi ip/radar jogja
RADAR JOGJA - Pekerjaan rumah Pemkab Bantul membangun jaringan infrastruktur internet hingga ke pelosok kalurahan masih menumpuk. Seluruh kantor pemerintah kalurahan belum terjangkau atau tersambung fiber optic (FO).

”YANG paling mencolok adalah kantor Kalurahan Ringinharjo,” jelas Sigit Nursyam di ruang kerjanya pekan lalu.

Secara geografis, letak kantor Kalurahan Ringinharjo berada di wilayah Kapanewon Bantul. Berada di pusat kota. Jaraknya dengan kompleks Parasamya pun hanya sekitar 500 meter.

Anggota Komisi A DPRD Bantul ini berpendapat, kondisi itu cukup memprihatinkan. Idealnya, kantor kalurahan yang berada dekat dengan pusat kantor pemerintahan pemkab sudah tersambung dengan jaringan FO.

Kendati begitu, Sigit menekankan, bukan berarti kantor kalurahan belum terlayani jaringan internet. Kantor kalurahan yang belum tersambung dengan FO memilih aliran internet melalui radio link.

”Tapi, jaringan internet melalui radio link tidak stabil. Berbeda dengan FO,” ucapnya.

Politikus PKS ini menyebut, jumlah kalurahan yang tersambung FO milik pemkab masih sedikit. Dari 75, lebih dari 40 kantor kalurahan se-Bantul belum tersambung dengan FO. Karena itu, Sigit rapat pembahasan RAPBD berulang kali mendorong dinas komunikasi dan informatika untuk mengalokasikan anggaran pembangunan jaringan FO. Toh, anggaran yang dibutuhkan tidak cukup besar.

”Dulu, sekitar Rp 16 miliar. Kalau sekarang tidak sampai segitu. Karena sebagian kalurahan sudah tersambung FO,” ujarnya.

Sigit menegaskan, seluruh kantor kalurahan se-Bantul idealnya harus tersambung FO. Salah satu pertimbangannya, jaringan internet lebih stabil. Ya, kantor kalurahan membutuhkan jaringan internet yang stabil. Lantaran pemerintah kalurahan saban harinya menjalankan 14 aplikasi layanan. Mulai aplikasi layanan milik berbagai organisasi perangkat daerah hingga pemerintah kalurahan.

Belasan aplikasi itu, politikus yang tinggal di Kapanewon Bantul ini menegaskan, sebenarnya bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam layanan publik. Tak jarang staf atau pamong yang menjalankan berbagai aplikasi itu justru menggerutu.

”Karena jaringan internet yang tidak stabil justru malah akan mempersulit,” ingatnya.

Selain jaringan lebih stabil, Sigit menekankan, keberadaan jaringan FO di tiap kantor kalurahan bisa dimanfaatkan untuk membangun atau mengembangkan sektor lain. Di antaranya sektor pariwisata. Lantaran belum semua destinasi di Bumi Projotamansari terjangkau jaringan internet yang memadai. Salah satunya, Puncak Sosok.

”Akses internet dari berbagai provider sendiri tidak stabil di destinasi ini,” katanya.

Menurutnya, kelompok sadar wisata Puncak Sosok pernah berencana mengakses jaringan internet melalui kantor Kalurahan Bawuran. Namun, upaya itu urung terealisasi. Lantaran akses internet di kantor Kalurahan Bawuran sendiri ternyata masih menggunakan radio link.

Dengan tingginya kunjungan, Sigit berpendapat jaringan internet di Puncak Sosok seharusnya memadai. Itu untuk memfasilitasi pengunjung yang kerap membagikan kunjungannya melalui fitur live di akun media sosialnya masing-masing.

”Live di Instagram itu, kan, sama dengan mempromosikan Puncak Sosok itu sendiri,” tegasnya.

Manfaat keberadaan jaringan FO lainnya, Sigit menyebut, bisa menunjang kebutuhan bidang pendidikan. Apalagi, bidang ini juga tak luput dari upaya digitalisasi. Tiap kabupaten berlomba-lomba menyelenggarakan asesmen standarisasi pendidikan daerah berbasis komputer.

Di sisi lain, bantuan pemerintah pusat yang diterima sekolah juga bisa termanfaatkan.

”Ada satu sekolah di Bantul menerima bantuan chromebook dari kementerian tidak terpakai. Karena di sekolahan itu tidak ada internetnya,” jelasnya. (*/zam) Editor : Editor Content
#Sigit Nursyam Priyanto #Jaringan FO #Pemkab Bantul