BANTUL - SAR Parangtritis mencatat sejak Januari hingga akhir Maret 2026 terdapat 16 korban kecelakan laut di kawasan Pantai Parangtritis hingga Depok. Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia sementara 15 lainnya selamat.
Koordinator SAR Parangtritis Arief Nugraha mengatakan, pada Januari terdapat empat korban nelayan akibat perahu terbalik. Februari tercatat tiga orang wisatawan, sedangkan Maret sembilan orang, salah satunya meninggal dunia. "Yang meninggal orang Rusia," katanya, Selasa (24/3).
Meski demikian, ia menyebut saat ini, mayoritas wisatawan mulai memahami adanya rip current. Masyarakat dinilai semakin paham membedakan area rawan dan aman. "SAR Parangtritis juga sering mengedukasi di Instagram tentang bahaya rip current, " tuturnya.
Ia mengatakan, saat libur Lebaran juga rawan terjadinya laka laut di Pantai Parangtritis. Libur Lebaran tahun ini, di hari Minggu (22/3) dan Senin (23/3) terjadi laka laut dengan jumlah total korban delapan orang
Kronologi kejadian laka laut yang baru-baru ini terjadi pada Senin (23/3) berawal saat rombongan wisatawan bermain air di pantai. Beberapa di antaranya berada di area rip current. Empat orang yang terlalu asyik bermain air terseret arus ke tengah dan tenggelam.
Petugas jaga yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan, kemudian korban dibawa ke Posko SRI untuk mendapatkan penanganan lanjutan dan pendataan. "Korbannya dari Jakarta tiga orang, satunya dari Jawa Tengah," Katanya.
Upaya yang dilakukan yakni menolong keempat korban dengan berenang menggunakan pelampung. Kemudian membawa korban ke posko untuk mendapatkan pertolongan lanjutan dan pendataan.
Arief mengimbau wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis selama libur Lebaran untuk selalu mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Selain itu, pengunjung juga diminta menjaga barang bawaan saat berwisata di kawasan pantai. (cin/laz)