Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Satpol PP Bantul Waspadai Gangguan Kamtibmas saat Ramadan, Miras Jadi Pemicu Utama

Cintia Yuliani • Selasa, 10 Maret 2026 | 18:15 WIB

Kepala Satpol PP Bantul Jati Bayu Broto
Kepala Satpol PP Bantul Jati Bayu Broto

 
 
BANTUL - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul mencatat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang paling banyak terjadi saat bulan puasa adalah peredaran minuman beralkohol.
 
Kepala Satpol PP Bantul Jati Bayu Broto mengatakan, permasalahan kamtibmas saat Ramadan sejauh ini masih relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu pemicu utama berbagai kejadian adalah konsumsi minuman keras (miras) yang kerap berujung pada kenakalan remaja.
 
“Karena kalau minum itu kemudian tingkat keberaniannya bertambah sehingga orang yang harusnya tidak berani menjadi berani,” ujarnya Selasa (10/3). 
 
Baca Juga: Riding Ikonik di Bulan Suci, Komunitas BigBike Honda Yogyakarta Gelar NgabubuRIDE dan Bakti Sosial
 
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang disinyalir memicu berbagai gangguan kamtibmas. Karena itu Satpol PP bersama Polres Bantul sepakat melakukan operasi khusus, terutama yang berkaitan dengan peredaran minuman beralkohol atau miras.
 
Namun demikian, pihaknya mengakui pemberantasan miras hingga benar-benar nol peredaran bukan perkara mudah. Hal ini karena masih adanya konsumen, keuntungan besar bagi penjual, serta keterbatasan kewenangan pengawasan di tingkat daerah.
 
“Pengawasan di pabrik-pabrik ini ranahnya di pusat,” jelasnya.
 
Baca Juga: IRGC Iran Umumkan: Mulai Sekarang Hanya Rudal Berhulu Ledak 1 Ton ke Atas Lawan Israel! Eskalasi Baru di Tengah Perang AS-Israel-Iran
 
Untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama Ramadan, Pemkab Bantul juga telah mengeluarkan surat edaran bupati. Bberisi imbauan kepada masyarakat agar menjaga ketertiban.  Termasuk menyikapi potensi perbedaan awal dan akhir Ramadan, kegiatan takbiran, serta penggunaan mercon.
 
Selain itu, pemerintah daerah juga mengoptimalkan peran perlindungan masyarakat (satlinmas) serta jaga warga melalui pemerintah kalurahan.
 
Satpol PP bersama kepolisian juga meningkatkan patroli wilayah, khususnya pada akhir pekan. Patroli rutin dilakukan setiap Sabtu dan Minggu setelah Subuh di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
"Karena setiap pagi JJLS menjadi tujuan utama banyak kelompok anak,” bebernya.
 
Baca Juga: Selat Hormuz Hampir Lumpuh! Lalu Lintas Kapal Turun 90% Akibat Konflik AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam
 
Tidak hanya itu, patroli juga menyasar sejumlah lokasi usaha seperti tempat karaoke, panti pijat, serta operasi miras. Penertiban terhadap pengamen juga dilakukan dalam rangka menciptakan kondisi yang kondusif selama Ramadan.
 
Dari sisi personel, Satpol PP Bantul memiliki keterbatasan jumlah anggota. Saat ini terdapat 125 personel, ditambah 87 personel yang bertugas di kawasan pantai selatan.
 
“Kalau kita hitung per kegiatan kita bisa ratusan personel,” katanya.
 
Ia menambahkan, menjelang hingga setelah Lebaran nanti personel Satpol PP juga akan diterjunkan untuk mendukung pos-pos terpadu. Selain itu, pengamanan di kawasan pantai selatan akan dioptimalkan untuk menjaga keselamatan wisatawan.
 
“Agar tidak ada laka laut termasuk antisipasi nanti kalau ada kemacetan-kemacetan lalu lintas,” tandasnya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) #Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) #minuman beralkohol #minuman keras #Miras #Bantul #gangguan kamtibmas #Satpol PP Bantul