Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bekas Jurang yang Diuruk, Perumahan di Sedayu Alami Pergerakan Tanah

Cintia Yuliani • Kamis, 5 Maret 2026 | 20:26 WIB

 

AMBLES: Kondisi tanah yang mengalami pergeseran di perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Padukuhan Jambon RT 28, Argosari, Sedayu Kamis (5/3)
AMBLES: Kondisi tanah yang mengalami pergeseran di perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Padukuhan Jambon RT 28, Argosari, Sedayu Kamis (5/3)

BANTUL - Hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi lama mengakibatkan pergeseran tanah di Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Padukuhan Jambon RT 28, Argosari, Sedayu, Jumat (27/3) malam. Pergeseran tanah sepanjang kurang lebih 300 meter itu menyebabkan beberapa rumah dan fasilitas umum (fasum) terdampak.


Warga perumahan yang tidak jauh dari lokasi kejadian Nugroho, 51, mengaku tidak mendengar adanya suara gerakan tanah. Ia baru menyadari kejadian itu Sabtu (28/2) pagi saat hendak keluar rumah. Saat itu ia melihat tanah di depan rumah tetangganya telah turun ke bawah sedalam kurang lebih 60 centimeter.


“Terus saya lihat dari kamera CCTV, ternyata kejadiannya sekitar pukul 20.00, pas hujan deras, Jumat malam,” bebernya saat ditemui di rumahnya Kamis (5/3).


Atas kejadian itu, tetangganya yang rumahnya terdampak memutuskan untuk mengungsi dengan mengontrak di Pajangan pada hari kedua setelah kejadian. Rumah itu sudah tidak bisa ditinggali karena selain jalan di depan rumah ambles, tanah di dalam rumah juga bergeser dan temboknya terpisah.


“Sudah anjlok dan pisah. Misalnya tangan itu masuk tembok bisa, jadi itu udah parah,” jelasnya.
Selain itu, di depan rumahnya juga ada rumah yang terdampak pergeseran tanah sehingga sekitar tiga bulan lalu dirobohkan. Selain terdampak, rumah itu juga jarang dihuni sehingga pemiliknya memutuskan untuk merobohkannya.


Pantauan Radar Jogja di lokasi kejadian, garis polisi telah terpasang di sejumlah titik pergeseran tanah. Fasilitas umum berupa lapangan juga mengalami banyak pergeseran tanah. Rumah milik Nugroho pun mengalami retak meskipun tidak terlalu parah.


Meski ada rasa khawatir pergeseran tanah di rumahnya bisa semakin parah, ia tidak berencana pindah karena sejauh ini kondisi rumahnya masih aman. “Ya semoga aman-aman saja,” harapnya.


Ia mengatakan, sebenarnya lokasi tersebut sudah dua kali mengalami pergerakan tanah. Namun sebelumnya tidak terlalu parah dan warga bergotong royong untuk memperbaikinya, meski akhirnya saat ini kondisi justru semakin parah. “Sudah satu tahun kemarin ada pergerakan tanah,” katanya.


Selain melaporkan kejadian tersebut ke BPB Bantul, ia juga menyampaikan kepada pihak pengembang agar dapat menangani persoalan ini.


Koordinator Lapangan Perumahan Graha Sedayu Sejahtera Hertanto mengatakan, pihaknya segera memperbaiki fasilitas yang terdampak. Namun untuk sementara masih menunggu arahan dari BPBD dan dukuh setempat terkait penanganan lebih lanjut.


Terkait kompensasi, ia mengaku belum mengetahui apakah akan diberikan atau tidak. “Saya akan laporkan dulu ke kantor dan tanya ke kantor untuk tindak lanjutnya,” tuturnya.


Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, meskipun tidak ada korban jiwa, kerusakan terjadi pada empat rumah, satu masjid, dan satu pendopo pertemuan. “Jika terjadi hujan dalam waktu lama, tanah yang bergeser dapat meluas,” jelasnya.


Mengantisipasi adanya korban jiwa, BPBD Bantul telah menutup area pergeseran tanah dengan menggunakan terpal. Akibat kejadian ini pun sebagian penghuni rumah mengungsi. Lurah Argosari Sudarno mengatakan, lokasi kejadian dulunya merupakan bekas pabrik jamur dan bekas jurang.


Kedalaman bekas jurang tersebut kurang lebih 10 meter. “Dulunya bekas jurang itu diuruk untuk dijadikan perumahan,” bebernya. (cin/laz)

Editor : Herpri Kartun
#perumahan #CCTV #BPBD Bantul #jurang #sedayu #ambles