BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul telah mempersiapkan antisipasi arus mudik dan arus balik saat libur Lebaran. Rencananya, Dishub Bantul akan menyediakan tujuh titik pos pantau utama.
Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi mengatakan, tujuh pos pantau tersebut berada di Klangon Kapanewon Sedayu, Piyungan, Srandakan, Jembatan Kabanaran, Pantai Depok, termasuk akses ke Kelok 23. "Kalau Dishub DIY, nanti ada pos terpadu di Jembatan Kabanaran bersama kita, seperti liburan Nataru kemarin," jelasnya Senin (2/3).
Puncak arus mudik, diprediksi terjadi H-2 sebelum Lebaran. Jika mengacu pada prediksi Dishub DIY, akan ada sekitar 8 juta orang yang masuk ke DIY.
"Di bantul kurang lebih mungkin sepertiganya, sekitar 2-3 juta, itu prediksinya," katanya.
Singgih mengatakan, arus mudik paling utama berada di Gunungkidul, disusul Bantul, kemudian Kota Jogja.
"Dampak dari pembukaan Tol Prambanan. Pasti akan mencari alternatif ke sana," bebernya.
Untuk mengantisipasi arus mudik, pihaknya akan melakukan inspeksi kendaraan. Baik di PO bus wilayah Bantul yang akan digunakan untuk menjemput pemudik maupun di objek-objek wisata. Dishub Bantul juga akan melakukan ramp chech pada H-7 sampai H+10 Lebaran. "Jadi setelah Lebaran kita panjangkan, karena biasanya wisatawan mulai ramai," tuturnya.
Terhitung mulai minggu depan, lanjutnya, tes urine juga akan dilakukan pada awak angkutan umum. "Kurang lebih 125 peserta, baik yang ada di Terminal Palbapang maupun Terminal Imogiri," bebernya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita