Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Bahan Berbahaya, BBPOM DIY Lakukan Pengawasan di Pasar Takjil Bantul, Sampel Mochi hingga Agar-Agar Ikut Diuji

Cintia Yuliani • Rabu, 25 Februari 2026 | 21:15 WIB

BBPOM DIY mengambil sampel makanan penjual jajanan pasar di Pasar Bantul Rabu (25/2)
BBPOM DIY mengambil sampel makanan penjual jajanan pasar di Pasar Bantul Rabu (25/2)

BANTUL - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIY melakukan pengawasan takjil di Pasar Bantul. Lantaran pada bulan Ramadan, penjual cenderung menyediakan menu berbuka puasa yang beragam. 

"Tentu saja ini harus dibarengi dengan kewaspadaan karena memberikan peluang nanti makanan yang tidak aman beredar di masyarakat," jelas Pengawas Farmasi dan Makanan BBPOM DIY Wulandari saat ditemui di Pasar Bantul Rabu (25/2).

Baca Juga: Diserbu Warga! Pasar Ramadan Bantul Hadirkan 40 Pedagang Jual Aneka Takjil, Cek di Sini Kudapan Tradisional hingga Kekinian

Pihaknya melakukan uji sampel takjil berupa mochi warna merah, jeli, cincau, bakmi, agar-agar, bakso, tahu, es buah, dan udang keju.

Sampel takjil tersebut dilakukan pengujian pewarna yang berbahaya dan formalin sebagai pengawet. Hasilnya negatif, tidak ditemukan bahan berbahaya.

"Kita menggunakan alat yang namanya rapid test kit jadi nanti kita langsung bisa tau hasilnya," katanya.

Baca Juga: Prediksi Skor Al Najma vs Al Nassr Saudi Pro League Kamis 26 Februari Kick Off 02.00 WIB, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Meskipun demikian, BBPOM DIY sebelumnya pernah menemukan makanan lempeng gendar yang mengandung boraks atau bleng. "Kita anjurkan masyarakat untuk menggunakan kanji yang lebih aman," lanjutnya.

Ia mengatakan, jika masyarakat mengonsumsi bahan berbahaya dapat menggangu kesehatan. Bahan berbahaya yang dikonsumsi dapat mengendap di organ tubuh dan mengganggu fungsi hati, otak, serta ginjal.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Tembus Rp 100 Ribu per Kg, Petani Tersenyum tapi Pedagang di Gunungkidul Justu Sepi Pembeli

"Selanjutkan kita akan lakukan pengawasan ke Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, untuk lokasinya kita koordinasi dengan dinkes di wilayah masing-masing kabupaten," tuturnya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat untuk cermat dalam membeli makanan. Jika dicurigai adanya warna yang mencolok, rasanya getir, tidak mudah hancur atau baunya dicurigai menyengat, perlu waspada. Bisa jadi makanan tersebut mengandung bahan berbahaya.

"Makanan yang tercemar itu ada tiga bisa dari bahan kimia bahaya fisik dan bahaya mikro biologi, agar badan sehat harus makan yang aman bebas dari tiga bahaya tersebut," jelasnya.

Sementara itu, penjual jajan pasar Wahyudi, 55, mengaku senang BPOM DIY melakukan pengawasan takjil di Pasar Bantul. Sebab, jika keamanan makanan terjaga, pembeli juga tidak perlu khawatir untuk membeli dagangannya.

"Setiap tahun ada pengawasan, bahkan ada yang diberi sampelnya alhamdulillah aman," tuturnya. (cin)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#takjil #Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan #pasar bantul #sampel #pengawasan #DIY #BBPOM #pasar takjil #ramadan