BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan memberikan bantuan rehabilitasi bagi tiga rumah warga yang terdampak gempa Pacitan Jumat (6/2) lalu. Tiga rumah tersebut berada di Padukuhan Kwalangan, Wijirejo, Pandak; Padukuhan Mredo, Argorejo, Sedayu; serta Padukuhan Brajan, Tamantirto, Kasihan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, bantuan rehabilitasi diberikan karena tingkat kerusakan ketiga rumah tersebut tergolong paling parah dan pemiliknya masuk dalam kriteria warga miskin.
“Tiga rumah itu atapnya ambrol, sebagian dinding roboh, tiga rumah itu memang bangunan lama,” jelasnya Jumat (25/2).
Meski demikian, Mujahid menyebut rumah-rumah tersebut masih dapat ditinggali. Pasalnya, bagian bangunan yang roboh rata-rata bukan rumah induk, melainkan bangunan belakang.
“Jadi satu bangunan belakang rumah roboh, ini masih kita nilai teknisnya seperti apa pembangunannya,” katanya.
Sementara itu, rumah warga lain yang turut terdampak gempa namun mengalami kerusakan ringan telah diperbaiki. Baik ecara mandiri maupun melalui gotong royong bersama warga setempat. Sehingga tidak memerlukan bantuan dari pemerintah.
Saat ini, BPBD Bantul bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul masih berkoordinasi dengan pemilik rumah terkait skema rehabilitasi. Hal tersebut dilakukan agar proses rehabilitasi dapat sesuai dengan kebutuhan dan harapan pemilik rumah.
Terkait waktu pelaksanaan, Mujahid menyebut rehabilitasi akan dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini masih dilakukan finalisasi kebutuhan di lapangan. “Nanti pembangunannya akan dikerjakan oleh pemda,” bebernya.
Terpisah, Kepala DPUPKP Bantul Jimmy Alran Manumpak Simbolon mengatakan, anggaran rehabilitasi untuk tiga rumah tersebut bersumber dari anggaran rehabilitasi kebencanaan DPUPKP Bantul. “Kurang lebih Rp 60 juta sampai Rp 75 juta,” katanya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita