BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul berencana akan mengoperasikan dua bus sekolah baru pada April. Namun karena keduanya hibah, sehingga masih menunggu proses balik nama.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul Toto Pamudji Rahardjo mengatakan, satu bus dengan kapasitas 19 orang berasal dari corporate social responsibility (CSR) yang diserahterimakan 16 Desember 2025. Sedangkan bus dengan kapasitas 23 orang, berasal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diberikan belum lama ini.
“Ini kan prosesnya hibah, jadi harus dibalik nama dulu proses legalisasinya,” jelasnya saat ditemui di Kantor Dishub Bantul Selasa (3/2).
Terkait dengan penempatan rute, rencananya, bus sekolah dari KPK akan difungsikan Imogiri, Jetis, sebagian Pleret, lalu diteruskan ke Bantul. Sedangkan bus sekolah yang berasal dari CSR akan difungsikan pada rute Srandakan, Pandak, dan Bantul. “Cuma nanti kita lakukan survei dulu, waktunya sampai atau tidak dengan durasi maksimal 60 menit,” katanya.
Pihaknya juga akan membandingkan peminat bus sekolah di rute Imogiri dan Srandakan. Jika peminat di rute Imogiri lebih tinggi, maka bus hibah dari KPK akan difungsikan pada rute tersebut. Namun jika sebaliknya, maka bus KPK akan difungsikan pada rute Srandakan. “Karena kapasitas bus hibah dari KPK lebih banyak jadi difungsikan di rute yang lebih ramai,” ucapnya.
Saat ini, lanjutnya, baru ada satu bus sekolah yang beroperasi. Berada di rute Bantul, Pandak, Pajangan, dan sedayu dengan kapasitas 30 orang. “Kalau CSR (yang diajukan, Red) besok terealisasi, kita bisa jangkau bus sekolah lainnya,” harapnya.
Dia berharap, dengan layanan bus sekolah bisa membantu pemerintah dalam memberikan fasilitas yang aman dan nyaman bagi anak sekolah. Sekaligus mengurangi kemacetan yang disebabkan oleh penggunaan kendaraan pribadi. Selain itu, diharapkan dapat membantu untuk menekan kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh anak-anak sekolah.
“Karena ada anak-anak sekolah yang menggunakan kendaraan, tapi belum cukup umur, sehingga kami menghindari itu,” tandasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita