BANTUL – Polda DIY beserta sejumlah pemangku kepentingan meresmikan SPPG Polri di SPPG Argorejo, Sedayu, Senin (29/12/2025).
SPPG ini ditargetkan jadi role model pelayanan makan bergizi gratis (MBG) bestandar nasional yang memperhatikan aspek keamanan.
"Saya berharap SPPG Polri menjadi role model, jadi ada poin yang diperhatikan, seperti bagaimana cara menyajikan makanan dengan kondisi sangat baik untuk penerima manfaat," kata Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono saat Groundbreaking 436 SPPG Polri serentak di Indonesia.
Irjen Pol Anggoro menekankan pentingnya fokus pada aspek pengamanan pelayanan di setiap SPPG.
Disebutkan saat ini SPPG Polri yang telah memenuhi standar nasional berada di Sentolo, Kulon Progo.
Oleh karena itu, SPPG Polri lainnya diminta untuk menjadikan SPPG Sentolo sebagai acuan dalam penerapan standar pelayanan.
"Produk MBG yang disalurkan melalui SPPG Polri diharapkan bisa mendukung generasi yang unggul dalam kualitas intelektual dan kesehatan pada 2045 mendatang," terangnya.
Baca Juga: Viral Candi Prambanan Digunakan untuk Zikiran, PT TWC Sampaikan Permohonan Maaf
Bersamaan dengan peresmian SPPG Polri Argorejo, pada hari yang sama juga diluncurkan target seribu SPPG di seluruh Indonesia yang dilakukan serentak pada pukul 10.00.
"Tahun 2026, ada sekitar 1.500 SPPG yang akan diinisiasi oleh Polri, saya berharap kepada seluruh stakeholder terutama para kontraktor keamanan, steril, dan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) dapat dikelola dengan baik," ujarnya.
Ia juga menambahkan pembelajaran dari SPPG Sentolo terkait pengelolaan IPAL, di mana filter IPAL harus dilakukan setiap enam bulan sekali.
Hal tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian kepala daerah saat melakukan pengecekan SPPG di wilayah masing-masing.
Apabila IPAL tidak dilakukan pengecekan maupun penyaringan lebih dari enam bulan, dikhawatirkan dapat menimbulkan bau yang mengganggu operasional SPPG.
"Tidak hanya itu saja, minyak dari setiap SPPG juga harus disaring dan dikeluarkan agar SPPG tetap dalam kondisi baik dalam memproduksi MBG," katanya.
Baca Juga: Perayaan Natal Pemkab Gunungkidul Dorong Pertobatan Ekologis dan Solidaritas Sosial
Lebih lanjut, pembangunan SPPG Polri di DIY pada 2025 disebut telah melampaui target yang ditetapkan.
"Tahun 2025, ada 27 titik yang sudah dibangun SPPG Polri, 2026 ditargetkan bertambah 50 SPPG Polri," terangnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Argorejo Alfathan Saddam Husyain Asyroq menyampaikan, SPPG Argorejo telah mulai beroperasi sejak 15 Desember 2025.
Baca Juga: PSIM Jogja Berbagi Poin dengan PSBS Biak di Laga Penutup Tahun 2025
"Dalam momen libur sekolah ini, ada menu kering yang didistribuksikan berupa susu, buah, roti, keju slice, dan lain sebagainya," katanya.
Di SPPG Argorejo sendiri terdapat 1.027 penerima manfaat dengan delapan sekolah yang menjadi sasaran layanan, yakni SD IT Anak Sholeh, TK IT Anak Sholeh, KB IT Anak Sholeh, SDN 1 Sedayu, SDN Krapyak, TK PKK 40 Argorejo, TK Sedayu Permai, serta KB Cahaya.
Kepala Regional SPPG DIJ Gagat Widyatmoko menjelaskan, program MBG secara nasional telah dimulai pada 6 Januari 2025.
Namun khusus DIY pelaksanaan program MBG baru dimulai 13 Januari 2025. Hingga saat ini, jumlah SPPG di DIY telah mencapai 322 unit, dengan 262 di antaranya sudah beroperasi.
"Kami monitor juga dengan data penerima manfaat yang terlayani saat ini diangka 565 ribu di seluruh kabupaten/kota di DIY," ungkapnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita