Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penjualan Properti Rumah di Kabupaten Bantul Triwulan Pertama 2025 Lesu, Daya Beli Masyarakat Turun

Khairul Ma'arif • Senin, 31 Maret 2025 | 02:30 WIB

Ilustrasi pembangunan perumahan
Ilustrasi pembangunan perumahan
 

BANTUL - Geliat penjualan properti rumah di Kabupaten Bantul pada triwulan pertama 2025 lesu. Kondisi ini terjadi sekjak akhir Februari karena daya beli masyarakat yang menurun.

“Tiga bulan pertama ini cukup lesu,” sebut Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) DIY Ilham Muhammad Nur Sabtu (22/3).

 Baca Juga: Mengenal Arya Yudha Mahardika, Berhasil Raih Juara Lomba Mendongeng Berbahasa Prancis

Turunnya daya beli masyarakat, disebut karena momentum Ramadan dan Lebaran pada Maret. Masyarakat cenderung untuk memenuhu kebutuhan harian. Kondisi ini diperparah dengan adanya efisiensi dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Mengakibatkan pendapatan bulanan masyarakat menjadi tidak pasti.

“Data menunjukan pasar rumah di bawah Rp 500 juta itu drastis sekali,” sambungnya.

Namun, rumah dengan harga di atas Rp 700 juta masih memiliki peminat. Bahkan bisa dikatakan stabil. Hal ini karena masyarakat yang cenderung turun daya belinya adalah ekonomi dengan kelas menengah ke bawah.

Ilham berharap, kondisi ini tidak berlarut-larut. Setelah Lenaran, kondisi pasar industri real estate bisa bounce back atau bangkit kembali. Namun jika melihat tahun-tahun sebelumnya, industri rumah relatif naik-turun usai Lebaran.

“Tidak serta merta langsung bagus meskipun memang Lebaran berpengaruh positif pada penjualan,” tuturnya.

Untuk wilayah Kabupaten Bantul, harga rumah dan tanah tertinggi atau di atas Rp 700 juta berada di Banguntapan, Sewon, dan Kasihan. Sedangkan untuk harga di bawah Rp 500 juta, berada di Kapanewon Sesayu.

Berdasarkan catatan Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Bantul, harga tanah termurah berada di Kapanewon Dlingo. “Di Sewon, Banguntapan, dan Kasihan range-nya bisa Rp 4 juta hingga Rp 6 juta per meter persegi harga tanahnya,” ujar Kepala Bidang Pelayanan dan Penetapan BPKPAD Bantul Anggit Nur Hidayat.

 

Harga yang ditawarkan, juga menyesuaikan dengan akses dan lokasi tanah. Jika aksesnya semakin bagus dan berlokasi di tepi jalan, harga tanah akan semakin tinggi. (rul/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Bounce Back #REI DIY #PROPERTI #kabupaten bantul #Dewan Pengurus Daerah #BPKPAD #rumah #BPKPAD Bantul #DIY #dpd #ramadan #penjualan #pemutusan hubungan kerja #Real Estate Indonesia (REI) #pasar industri #Ekonomi #akses #lebaran #Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah #real estate