BANTUL - Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) akan ada lonjakan mobilitas di Kabupaten Bantul. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul bersiaga dengan melakukan ramp check terhadap kendaraan angkutan dan wisata. Sasarannya yakni bus penumpang, jip, dan perahu motor wisata di kawasan pesisir selatan Bantul.
Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi mengatakan, ramp check menjadi ketugasan rutin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat). Jumlahnya mencapai puluhan kendaraan yang dilakukan di pangkalan bus dan objek-objek wisata yang ada di Bantul. Ramp chcek dilakukan bersama BPTD Jogjakarta dan kepolisian.
"Ada beberapa yang direkomendasikan untuk perbaikan," katanya, Rabu (18/12/2024).
Namun, memang mayoritas rekomendasi itu berkaitan dengan permasalahan administratif. Seperti KIR dan kelengkapan SIM dari para pengendara.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul Toto Pamudji Rahardjo menambahkan, saat ini sudah dilakukan ramp check terhadap 58 kendaraan. Jumlah tersebut terdiri dari jip dan perahu wisata serta angkutan barang dan bus wisata yang membawa penumpang. Secara teknis kendaraan kondisinya masih dalam tahap aman.
"10 pelanggar ramp check di antaranya dokumen berupa KIR, SIM, dan STNK," paparnya.
Sedangkan untuk kendaraan perahu wisata di Laguna Depok harus dilengkapi dengan life jacket bagi penumpangnya. Itu sebagai syarat wajib pemenuhan keselamatan bagi wisatawan yang menikmatinya.
Sementara jip wisata di Gumuk Pasir dan Pantai Parangtritis juga sudah dilakukan ramp check. Kondisi mesin dan pengereman menjadi fokus utama agar dalam melayani wisatawan tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan. "Kondisinya masih laik jalan," sambungnya.
Baca Juga: Kejari Kebumen Selamatkan Uang Rp 767 Juta, Temukan 49 Kasus Penunggakan atau Penyalahgunaan Pajak
Toto mengungkapkan, 58 kendaraan tersebut terdiri dari 30 bus angkutan penumpang dan barang. 20 di antaranya jip wisata sedangkan delapan sisanya dari perahu wisata di Laguna Depok. Tidak hanya di pangkalannya, untuk bus juga dilakukan ramp check saat operasional di jalan ataupun ketika di objek wisata.
"Harapan kami ramp check dapat meminimalisasi kejadian tidak diinginkan di Bantul selama Nataru," tegasnya.
Ramp check juga bertujuan untuk memastikan aspek keselamatan, kelayakan dan kelaikan armada angkutan barang, penumpang, dan wisata. Hal tersebut menyeluruh baik secara administrasi maupun secara teknis yang bertujuan demi menjamin keamanan dan keselamatan pengguna jasa layanan transportasi darat maupun air.
Toto mengingatkan, selama libur Nataru agar masyarakat Bantul lebih bijaksana dan cermat dalam memilih moda transportasi. Menurutnya, harus mengutamakan dan memprioritaskan aspek keselamatan dan keamanan kondisi kendaraan sehingga penumpang selama perjalanan selamat dan nyaman perjalanannya. (rul)
Editor : Sevtia Eka Novarita