BANTUL - Aksi kejahatan jalanan di Kabupaten Bantul kembali terjadi.
Kapolres Bantul AKBP Michael R Risakotta menegaskan, pihaknya akan melakukan proses hukum kepada para pelaku kejahatan jalanan. Walaupun kebanyakan pelaku masih di bawah umur.
“Walaupun mereka belum bisa ditahan, tapi kami pastikan akan melakukan proses hukum kepada para pelaku,” kata Michael, Senin (3/6/2024).
Menurutnya, harus ada tindakan tegas agar membuat para pelaku jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Selain itu, kata Michael, Polres Bantul juga akan meningkatkan upaya-upaya preventif untuk mencegah kejadian tersebut berulang.
Salah satunya dengan meningkatkan patroli, khususnya pada malam hari.
“Kami akan terus melaksanakan patroli skala besar untuk menekan angka kejahatan di wilayah Bantul, terutama aksi kejahatan jalanan,” ujarnya.
Selain itu, Polres Bantul juga menyiagakan Tim Unit Kecil Lengkap (UKL) di beberapa titik yang dianggap rawan.
Seperti di Simpang Empat Dongkelan, Simpang Empat Wojo, Simpang Empat Madukismo, Simpang Empat Tamantirto dan Blok O.
Polres Bantul juga akan mendapatkan tambahan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Satbrimobda Polda DIY.
Khusus untuk mengantisipasi kejahatan jalanan yang dilakukan oleh remaja, Satbinmas Polres Bantul juga akan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah.
“Satbinmas juga akan melakukan razia di sekolah-sekolah untuk mencegah terjadinya tawuran,” imbuh Michael.
Ia mengimbau kepada para orang tua murid agar memperhatikan anaknya ketika sudah pulang sekolah namun belum sampai ke rumah, agar dicari jangan sampai mereka melakukan aksi tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, dan dapat merusak masa depan mereka.
“Kami juga mengajak kepada masyarakat jika melihat banyak pelajar yang berkerumun dan melakukan aksi tawuran, agar menghubungi kepolisian terdekat, bisa juga menghubungi Call Center Kepolisian 110,” imbau perwira dengan dua melati di pundak ini.
Sebelumnya, peristiwa kejahatan jalanan terjadi yang mengakibatkan seorang pelajar yang bekerja paruh waktu menjadi driver ojek online (ojol) berinisial TS, 17, menjadi korban.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (2/6/2024) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kejadian itu berawal saat korban dan temannya sedang mengantar pesanan makanan online dari titik pengambilan di Sewon menuju Pajangan.
Sesampainya di Jalan Pemuda, Teruman, dari arah berlawanan korban dan saksi berpapasan dengan rombongan tujuh sepeda motor.
Rombongan ini berbalik arah mengejar korban dan saksi. Lalu salah satu rombongan membacok korban.
“Pada bahu kanan korban tertancap sebuah celurit dan harus dirawat ke rumah sakit di RS PKU Bantul hingga akhirnya dirujuk ke RSUP Sardjito,” kata Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry.
Hingga saat ini, polisi masih memburu rombongan pelaku dengan mengumpulkan sejumlah bukti yang terdapat di sekitar TKP.
Termasuk rekaman CCTV yang berada di lokasi pembacokan maupun pelarian korban.
“Hingga saat ini, Polisi masih mencari keberadaan pelaku dan mengumpulkan bukti,” ujar Jeffry.
Sebelumnya, sebanyak tiga remaja berhasil diamankan warga usai terlibat aksi kejar-kejaran dengan kelompok remaja lain.
Ketiganya diamankan usai sepeda motor yang mereka kendarai tiba-tiba jatuh di jalan Bugisan, Bantul.
Peristiwa itu terjadi pada hari Sabtu (1/5/2024) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Lokasinya berada di Jalan Bugisan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.
Ada tiga orang yang diamankan polisi.
Tiga remaja ini jatuh dari sepeda motor karena pada saat dikejar, di depannya ada motor. Kemudian oleh joki berinisial RAS direm mendadak dan terjatuh.
“Atas kejadian tersebut ketiga orang diamankan oleh warga dan diserahkan ke Polsek Kasihan untuk dimintai keterangan,” jelas Jeffry.
Kemudian sebuah peristiwa tawuran antar warga sebelumnya juga terjadi di Bantul.
Ratusan warga terlibat tawuran di Jembatan Kali Code, Padukuhan Jejeran II, Kalurahan Wonokromo, Pleret, Bantul pada Minggu (2/6/2024) sekitar pukul 01.00 WIB.
Usai mendapat laporan, polisi langsung menuju lokasi tawuran. Kejadian ini berhasil dihentikan sebelum semakin meluas.
“Upaya pembubaran massa juga dengan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan,” ujar Jeffry.
Pada pukul 02.15 WIB tawuran antara kedua belah pihak berhasil diredam.
Pada pukul 04.00 WIB kedua kelompok membubarkan diri.
Sejumlah warga dari kedua kelompok mengalami luka. Baik akibat pukulan, lemparan batu dan kayu.
Namun polisi belum memiliki data jumlah korban dari kedua kelompok ini.
“Untuk penyebab terjadinya tawuran masih didalami karena kedua belah pihak mempunyai versi sendiri. Hingga saat ini Polsek Pleret telah memeriksa tiga orang saksi,” beber Jeffry.
Sebelumnya juga terjadi peristiwa penyerangan oleh gerombolan berseragam ke SMP Negeri (SMPN) 1 Kasihan, Bantul.
Insiden itu terjadi pada Kamis (30/5/2024) pukul 12.15 WIB. Gerombolan tersebut juga mengeroyok seorang satpam sekolah tersebut yang mencoba membubarkan kerumunan.
Seorang anak berhadapan dengan hukum (ABH) berinisal AAA, 15, warga Sleman telah ditetapkan sebagai tersangka.
Remaja yang putus sekolah tersebut mengakui telah ikut melakukan tindakan kekerasan terhadap korban dengan cara menyabet gesper ke bagian tubuh korban.
Kemudian sebanyak sembilan orang saksi juga telah diperiksa terkait kejadian tersebut.
Dua saksi di antaranya yaitu Wahyu Dito Ananda Putra, 21, yang merupakan satpam SMPN 1 Kasihan yang menjadi korban dan seorang guru SMPN 1 Kasihan.
Sementara sisanya merupakan saksi dari salah satu sekolah swasta di Kota Jogja yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
“Dua orang terduga pelaku lain berinisial L dan G masih dalam pencarian,” ungkap Jeffry. (tyo)
Editor : Meitika Candra Lantiva