Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Olahan Ikan Diterima di Lidah, Bisa Untuk Menu dalam Berbagai Acara Hajatan

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 25 November 2023 | 00:13 WIB
ENAK: Sand UMKM yang menjajakan makanan olahan ikan dalam Gebyar Hari Perikanan Nasional kke-10 Tahun 2023 di Pendopo Parasamya 2 Bantul, Jumat (24/11). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
ENAK: Sand UMKM yang menjajakan makanan olahan ikan dalam Gebyar Hari Perikanan Nasional kke-10 Tahun 2023 di Pendopo Parasamya 2 Bantul, Jumat (24/11). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)

 

BANTUL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul menggelar bazar olahan ikan di Pendopo Parasamya 2 Kompleks Pemda Manding, Bantul, Jumat (24/11). Kegiatan tersebut dalam rangka Gebyar Hari Perikanan Nasional Ke-10 Tahun 2023.

Salah satu upaya yang dapat memudahkan masyarakat beralih mengkonsumsi ikan adalah dengan makan produk olahan ikan. Hal itu dapat dilihat di stand UMKM yang ikut memeriahkan acara tersebut.

Banyak produk olahan ikan seperti stik ikan tuna, abon ikan lele, keripik ikan kakap, dan sebagainya.

"Karena dengan makanan olahan itu kita tidak sadar kita makan ikan, diterima di lidah saja," kata Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Bantul Emi Masruroh Halim.

Ia mengatakan, tingkat konsumsi ikan di Bantul juga didorong melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Yakni, gerakan agar masyarakat terbiasa mengkonsumsi ikan.

Sebab, meski Bantul memiliki wilayah pesisir, tingkat konsumsi ikan masih kalah dibandingkan ayam dan telur.

Padahal, konsumsi ikan perlu ditingkatkan agar dapat menurunkan angka kurang gizi kronis, yakni stunting. Ini karena protein yang dikandung oleh ikan lebih banyak dibandingkan ayam.

Menurutnya, ikan merupakan salah satu komoditas yang sangat baik untuk perkembangan otak anak-anak. Juga bisa mengurangi angka stunting di Bantul.

“Dengan pertumbuhan fisik dan otak yang bagus, ke depan anak-anak Bantul akan menjadi lebih cerdas," ujar istri Bupati Bantul tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul Istriyani mengimbau masyarakat menggunakan ikan sebagai menu dalam berbagai acara hajatan yang diadakan di Kabupaten Bantul. Hal tersebut telah disosialisasikan dari tingkat RT dan padukuhan kepada seluruh ibu-ibu.

Baca Juga: Joko Purnomo Klaim Ketersediaan Bapok Aman

Meski begitu, Istriyani tidak bermaksud agar masyarakat menghilangkan menu ayam dan telur yang juga bernilai gizi. "Selain itu, juga menu oleh-oleh harus ada ikannya," ucapnya.

Guna meningkatkan konsumsi ikan, pada awal tahun 2022 Bupati Bantul telah merilis surat edaran mengenai himbauan untuk seluruh organisasi perangkat daerah dan pihak swasta agar mengkonsumsi ikan dalam kegiatan setiap hari Senin.

"Ternyata tidak hanya Senin, hari apapun tetap banyak konsumsi ikan. Mudah-mudahan tingkat konsumsi meningkat," imbuh Istriyani.

Tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Bantul saat ini rata-rata masih sebanyak 31,7 kilogram per kapita per tahun. Dengan produksi ikan sebanyak 14 ribu ton per tahun, ikan lele mendominasi sebesar tujuh ribu ton.

Salah satu penjual makanan olahan ikan, SM Yunus, menjual abon dan stik ikan lele dari budidaya di kolamnya sendiri. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 50 ribu tergantung ukuran.

"Produksi saya tidak banyak karena ambil dari kolam sendiri dan dikerjakan sendiri. Kalau banyak pesanan ada empat karyawan lepas yang membantu," jelas perempuan 73 tahun ini.

Produk miliknya dipasarkan melalui pesanan atau melalui fasilitas pemasaran produk Dinas Koperasi dan UKM DIY, SiBakul. Selain itu, produknya juga dipasarkan melalui kegiatan pameran UMKM yang diadakan oleh Pemkab Bantul maupun Pemprov DIY. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#Angka stunting #Bantul #Olahan Ikan