BANTUL - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul mencatat pergerakan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Bantul terus mengalami penurunan.
Kepala Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti menjelaskan, data TPT per Februari 2023 sebesar 3,97 persen. Dari sebelumnya sebesar 4,02 persen pada Agustus 2022.
Kepala Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti menjelaskan, data TPT per Februari 2023 sebesar 3,97 persen. Dari sebelumnya sebesar 4,02 persen pada Agustus 2022.
“Artinya, sudah ada penurunan terkait angka pengangguran yang ada di Kabupaten Bantul,” ujarnya, Minggu (12/11).
Jumlah persentase tersebut dari sebanyak 24 ribu orang di tahun 2023. Meskipun, sudah ada tren penurunan, namun angkatan kerja setiap tahunnya bertambah. Baik dari lulusan SMP, SMA, SMK, maupun perguruan tinggi.
“Jadi, pasti terjadi kenaikan di angkatan kerja. Tapi, tren pengangguran terbuka kita sudah cenderung turun,” katanya.
Indikator terkait penurunan angka pengangguran sendiri meliputi sejauh mana Disnakertrans Bantul mampu berkontribusi melaksanakan program serapan tenaga kerja dan penempatan tenaga kerja.
Target serapan atau penempatan tenaga kerja sendiri adalah 2.650 orang pada 2023. Namun hingga November 2023, jumlah serapan kerja mampu melampaui target tersebut.
“Sudah mencapai angka tiga ribu, khusus untuk penempatan tenaga kerja. Kalau untuk serapan tenaga kerja sudah melebih target yang ditentukan, jadi untuk serapan sudah lebih dari 12 ribu,” jelas Istirul.
Baca Juga: Kuatkan Produktivitas Konsumsi Ikan Untuk Tekan Stunting
Adapun serapan tenaga kerja paling dominan di sektor antar kerja lokal. Di mana banyak menempatkan tenaga kerja di sektor industri seperti garmen dan furniture.
Adapun serapan tenaga kerja paling dominan di sektor antar kerja lokal. Di mana banyak menempatkan tenaga kerja di sektor industri seperti garmen dan furniture.
Sementara itu, untuk sektor antar kerja antar daerah di tahun ini relatif sepi. Hal itu disebabkan kondisi dan situasi perekonomian global yang mungkin berpengaruh bagi perusahaan-perusahaan di luar DIY.
“Sehingga dalam perekrutan tenaga kerja juga mengalami kendala,” imbuhnya.
Istirul mengungkapkan, hal itu berbeda dengan tahun 2022 lalu. Di mana sejak Januari pihaknya telah menempatkan banyak tenaga kerja di perusahaan-perusahaan industri di Kepulauan Batam.
Istirul mengungkapkan, hal itu berbeda dengan tahun 2022 lalu. Di mana sejak Januari pihaknya telah menempatkan banyak tenaga kerja di perusahaan-perusahaan industri di Kepulauan Batam.
“Tapi, kami sudah ke sana kemarin untuk berkoordinasi dengan perusahaan. Insyaallah di 2024 ada rekrutmen lagi,” ucapnya.
Baca Juga: QueenThalassa, Kuda Tercepat yang Rebut Piala Raja HB X dalam Pacuan di Bantul
Di samping itu, pihaknya sendiri terus menggencarkan program kerja. Guna membantu bupati dalam menurunkan angka pengangguran.
Di samping itu, pihaknya sendiri terus menggencarkan program kerja. Guna membantu bupati dalam menurunkan angka pengangguran.
Menurut Istirul, menurunnya angka pengangguran tidak bisa dicapai jika tidak ada koordinasi antarorganisasi perangkat daerah.
Disnakertrans Bantul berupaya melaksanakan program-program untuk penempatan tenaga kerja, pelatihan produktivitas, dan hubungan industrial.
“Sehingga diharapkan ini mampu memberi sumbangsih terhadap penurunan angka pengangguran ke depan,” kata alumnus S2 Administrasi Publik UGM ini.
Baca Juga: BPBD Sleman Minta Masyarakat Waspadai Potensi Genangan Saat Musim Hujan, Ini Titik Rawannya
Tidak hanya itu, pihaknya juga mendorong penyerapan tenaga kerja melalui program padat karya. Menurut Istirul, program padat karya ini dapat membantu masyarakat untuk paling tidak mendapatkan pekerjaan sementara. Sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian wilayah setempat.
Ia menilai, program tersebut sangat sangat efektif. Sebab program padat karya sangat diminati oleh masyarakat. Ia mengaku hampir setiap hari ada proposal masuk ke dinasnya untuk pengajuan kegiatan padat karya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mendorong penyerapan tenaga kerja melalui program padat karya. Menurut Istirul, program padat karya ini dapat membantu masyarakat untuk paling tidak mendapatkan pekerjaan sementara. Sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian wilayah setempat.
Ia menilai, program tersebut sangat sangat efektif. Sebab program padat karya sangat diminati oleh masyarakat. Ia mengaku hampir setiap hari ada proposal masuk ke dinasnya untuk pengajuan kegiatan padat karya.
"Mereka sudah membangun infrastrukturnya, yang merasakan manfaat mereka sendiri, dan mereka juga dapat upah dari itu,” tandasnya. (tyo)