Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prediksi Kemarau hingga Desember, Masa Tanam di Bantul Terancam Mundur

A
Penulis: Aris Romadhon❯
MT MUNDUR: Petani sedang menanam padi di Palbapang, Bantul. Aris Romadhon/Radar Jogja
MT MUNDUR: Petani sedang menanam padi di Palbapang, Bantul. Aris Romadhon/Radar Jogja

Advertisement

BANTUL – Prediksi kemarau hingga akhir Desember 2026 membuat masa tanam (MT) 1 di sejumlah wilayah Bantul berpotensi mundur. Petani di kawasan yang minim sumber air diperkirakan baru bisa mulai menanam setelah hujan turun, sementara wilayah yang mendapat pasokan air sungai masih relatif aman.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Joko Waluyo mengatakan, mundurnya masa tanam tersebut berkaitan dengan prediksi hujan yang baru akan mulai turun sekitar minggu kedua Desember. "MT 1 ini kita agak mundur, masa tanam yang seharusnya di awal November, nanti mundur Desember," katanya, Kamis (8/10/2026).

Kondisi tersebut, terjadi di wilayah tertentu yang memiliki keterbatasan sumber air. Sementara daerah yang berada di kawasan bawah dan mendapatkan aliran sungai relatif masih aman untuk melakukan penanaman.

"Kalau yang daerah bawah, kita kelihatannya aman karena kita punya enam sungai. Nah, enam sungai itu yang lima sungai kondisi saat ini airnya masih cukup untuk penanaman," ujarnya.

Adapun wilayah yang berada di kawasan atas, termasuk sebagian wilayah Dlingo, berpotensi mengalami penundaan masa tanam. Meski demikian, pemerintah masih memiliki sejumlah alternatif pengairan untuk menjaga ketersediaan air.

Advertisement

Di wilayah tersebut terdapat 11 irigasi pompa (irpom) serta tiga sumur dalam yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pertanian.

Joko menegaskan hingga saat ini belum terdapat laporan tanaman pangan mengalami puso atau gagal panen akibat kekeringan. 

Namun, di beberapa wilayah Dlingo terdapat tanaman jagung yang belum memasuki masa panen tetapi terpaksa dipanen lebih awal karena terdampak kekeringan. Kemudian, hasil jagung dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Di sisi lain, produksi padi Bantul hingga Oktober 2026 masih tergolong baik. Bahkan, penerapan metode tanam tertentu mampu menghasilkan produktivitas lebih dari 10 ton per hektare, sedangkan produksi padi pada umumnya rata-rata sekitar 9 ton per hektare. (cr2/wia)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Target Promosi, Duo Eks PSIM Jogja Merapat ke Persiba Bantul    

Target Promosi, Duo Eks PSIM Jogja Merapat ke Persiba Bantul   

Persiba Bantul Terus Matangkan Persiapan Jelang Lakoni Liga Nusantara Musim 2026/2027

Kontrak Diperpanjang, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih Ingatkan ASN dan PPPK Tetap Bisa Dipecat

Kontrak Diperpanjang, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih Ingatkan ASN dan PPPK Tetap Bisa Dipecat

Pemkab Bantul menegaskan perpanjangan kontrak bukan jaminan bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk terbebas dari evaluasi. Pelanggaran disiplin berat tetap dapat..

290 Pekerja di Kabupaten Bantul Kena PHK, Sektor IT hingga Kesehatan Terdampak

290 Pekerja di Kabupaten Bantul Kena PHK, Sektor IT hingga Kesehatan Terdampak

Pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Bantul hingga September 2026 mencapai 290 pekerja. Fenomena ini tak hanya terjadi di sektor industri, tetapi juga merambah bidang teknologi informasi (IT), kesehatan, dan ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer