Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Nataru, Pemkab Bantul Mulai Petakan Komoditas Rentan Naik

C
Penulis: Cintia Yuliani❯
 
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta
 
BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mulai melakukan konsolidasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (nataru). Langkah ini menjadi bagian dari pengendalian inflasi daerah Bantul 2025 yang rutin digelar setiap menjelang periode libur akhir tahun.
 
Pemkab Bantul melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diperintahkan untuk memperkuat koordinasi dan memantau kondisi pasar, khususnya pergerakan harga bahan pokok yang berpotensi naik. 
 
"Untuk beras saya kira dipastikan masih aman,” ujar Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta saat ditemui di Pemkab Bantul Jumat (21/11). 
 
 
Aris menambahkan, komoditas yang patut diwaspadai menjelang nataru adalah telur dan ayam ras. Namun, ia memastikan hingga kini belum ditemukan kenaikan harga yang signifikan. 
 
“Kalau memang ada kenaikan harga ada operasi pasar, tapi kalau stabil ya kita lihat perkembangan. Nunggu kenaikan akan diantisipasi,” lanjut Aris.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul Prapta Nugraha memaparkan, perkembangan harga sejumlah komoditas. Untuk beras premium dan medium, harga cenderung turun. 
 
 
“Berdasarkan pantauan di pasar, beras premium Rp 14.037 turun menjadi Rp 14.000. Beras medium dari Rp 13.037 menjadi Rp 13.000,” urainya.
 
Beberapa komoditas lain yang turut mengalami penurunan harga antara lain jeruk, pisang, ikan segar, serta kedelai lokal turun sekitar Rp 50 sampai Rp 500. 
 
Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami kenaikan, di antaranya cabai rawit merah dari Rp Rp 22.967 menjadi Rp 25.200, cabai rawit hijau dari Rp 20.433 menjadi Rp 27.133, kacang tanah dari Rp 20.433 menjadi Rp 27.133, serta daging ayam ras dari Rp 33.100 menjadi Rp 33.533. (cin)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pendataan 400 Becak Listrik Bantul Disorot, Penarik Becak di Luar Daerah Berpotensi Terlewat

Pendataan 400 Becak Listrik Bantul Disorot, Penarik Becak di Luar Daerah Berpotensi Terlewat

Pendataan penerima bantuan 400 becak listrik di Kabupaten Bantul masih menyisakan persoalan. Sebab, pendataan yang dilakukan sejauh ini baru menghimpun pengayuh becak yang berdomisili sekaligus beroperasi di Bantul.

Tunggu Arahan Pusat, 12 dari 30 KDMP di Bantul Siap Beroperasi Mulai 1 November

Tunggu Arahan Pusat, 12 dari 30 KDMP di Bantul Siap Beroperasi Mulai 1 November

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menargetkan 12 dari 30 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) siap beroperasi pada 1 November 2026. Sedangkan pembangunan 18 unit lainnya masih dikebut.

Pemkab Bantul Berupaya Tekan Harga Pangan lewat Pasar Murah, Selisih Harga Lebih dari Rp 5 Ribu

Pemkab Bantul Berupaya Tekan Harga Pangan lewat Pasar Murah, Selisih Harga Lebih dari Rp 5 Ribu

Selisih harga bahan pokok lebih dari Rp 5 ribu per kilogram membuat pasar murah di Lapangan GOR Guwosari, Pajangan, diserbu warga Rabu (19/8). Kegiatan yang digelar Pemkab Bantul bersama Bank Indonesia (BI) DIY itu ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer