Pendataan 400 Becak Listrik Bantul Disorot, Penarik Becak di Luar Daerah Berpotensi Terlewat

BANTUL - Pendataan penerima bantuan 400 becak listrik di Kabupaten Bantul masih menyisakan persoalan. Sebab, pendataan yang dilakukan sejauh ini baru menghimpun pengayuh becak yang berdomisili sekaligus beroperasi di Bantul. Sementara itu, ada warga ber-KTP Bantul yang justru bekerja menarik becak di wilayah lain, seperti Kota Jogja.
Kondisi tersebut membuka kemungkinan sejumlah penarik becak belum terakomodasi dalam daftar calon penerima. Terlebih, pendataan di lapangan juga menghadapi keterbatasan dalam melacak kepemilikan dan aktivitas penarik becak. Bahkan, terdapat nama yang masuk daftar tetapi berstatus sebagai penyewa becak.
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan, sekitar 400 nama telah diajukan ke Jakarta melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) selaku penyelenggara program bantuan. Pengajuan tersebut telah disetujui dan penyalurannya mendapat prioritas lebih cepat dari jadwal semula. “Akhirnya disetujui, bahkan diprioritaskan,” ujar Aris saat ditemui Senin (2/11).
Baca Juga: Dinkop UKM Sleman Hadirkan PLUT KUKM dengan Layanan Terpadu untuk Tingkatkan Daya Saing Pelaku UMKM
Dia menyebut, penyerahan bantuan secara seremonial dijadwalkan pada Senin (9/11). Pemkab Bantul masih menyiapkan teknis pelaksanaan agar seluruh becak dapat disalurkan sesuai kesiapan di lapangan. Jika tidak memungkinkan selesai dalam sehari, penyaluran akan dilanjutkan pada hari berikutnya.
Namun, ia menyadari masih ada kemungkinan penarik becak yang memenuhi kriteria tetapi belum masuk daftar penerima bantuan. Oleh karena itu, dia memperbolehkan para pengayuh becak yang belum terdaftar untuk datang saat penyerahan. “Meskipun namanya tidak tercantum dalam daftar penerima yang telah diverifikasi,” jelasnya.
Baca Juga: Manajemen Sunderland Dikabarkan Tetap Percaya dengan Regis Le Bris meski Tertahan di Dasar Klasemen
Pemkab Bantul telah menyampaikan persoalan tersebut kepada YGSN dan dishub untuk mencari langkah antisipasi. Salah satu opsi yang diharapkan dapat dipertimbangkan adalah mengalihkan bantuan kepada calon penerima lain apabila terdapat penerima terdaftar yang tidak hadir. Meski demikian, keputusan mengenai kemungkinan penggantian penerima tetap bergantung pada kebijakan yayasan.
Nantinya sebelum diserahkan, kata Aris, becak listrik akan diperiksa dan dirakit oleh mekanik. Termasuk memastikan sistem kelistrikan dan baterai berfungsi dengan baik. Para penerima juga akan mendapat pelatihan singkat karena pengoperasian becak listrik berbeda dengan becak manual.
Aris menjelaskan, salah satu kriteria penerima bantuan adalah penarik becak berusia minimal 50 tahun. Program ini diharapkan membantu penarik becak berusia lanjut agar tidak perlu mengeluarkan tenaga terlalu besar saat bekerja. (cr2/eno)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




