KEBUMEN - Pemkab Kebumen bakal melakukan pembenahan secara menyeluruh di obyek wisata Goa Jatijajar di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah.
Langkah ini diambil menyusul sepinya kunjungan wisatawan ke destinasi wisata milik daerah tersebut. Pembenahan juga dilakukan mengingat terdapat sejumlah fasilitas dinilai kurang terawat.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, pemkab melalui dinas dan pemerintah desa terkait segera merevitalisasi kawasan Goa Jatijajar.
Baca Juga: Penyelidikan Dugaan Pungli Bolosego Dihentikan, Tak Ada Unsur Pidana: Ini Kata Polresta Jogja!
Pembenahan diarahkan untuk mengembalikan aspek kenyamanan pengunjung sekaligus menghidupkan kembali daya tarik salah satu ikon wisata Kebumen tersebut. "Kami akan merenovasi agar Goa Jatijajar kembali populer," ucapnya saat berkunjung ke Goa Jatijajar, Kamis (1/10).
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen Frans Haidar mengatakan, pembenahan di Goa Jatijajar memang cukup diperlukan. Terlebih lagi jumlah kunjungan wisata ke destinasi tersebut sejauh ini belum begitu optmal.
Di samping itu kondisi sejumlah fasilitas pendukung juga menjadi perhatian. "Cukup berat apabila ini dipikul hanya oleh dinas. Perlu kerja sama lintas instansi," ujarnya.
Baca Juga: Bulan Oktober Diprediksi Mulai Masuk Masa Pancaroba, BMKG Yogyakarta Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Frans menjelaskan, sejak 18 Agustus 2026 pengelolaan Goa Jatijajar diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah daerah setelah kerja sama dengan pihak ketiga selesai.
Pengelolaan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan sekaligus menyiapkan konsep pengembangan wisata berkelanjutan.
"Kami harap tidak hanya kembali ramai dikunjungi, tetapi juga memberi dampak ekonomi masyarakat," bebernya.
Baca Juga: Empat Warga di Gunungkidul Terpapar Antraks Sudah Sembuh, Dinkes Pantau 47 Warga Berisiko
Menurutnya, Goa Jatijajar masih memiliki posisi penting dalam sektor pariwisata di Kebumen. Objek wisata tersebut tercatat sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata terbesar di Kebumen.
Adapun tiket masuk destinasi wisata tersebut sebesar Rp 15.500 pada hari kerja dan Rp 20.500 pada akhir pekan. Tarif tersebut setara dengan tiket Goa Petruk yang lebih diarahkan sebagai destinasi wisata minat khusus. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo