KULON PROGO - Di tengah padatnya aktivitas harian dan riuhnya suasana perkotaan, mencari ruang tenang untuk sekadar bernapas lega menjadi kebutuhan banyak orang.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Dadap Sumilir mungkin bisa menjadi referensi yang tepat. Dadap Sumilir merupakan sebuah tempat makan yang terletak di kawasan perbukitan Kulon Progo.
Tempat ini hadir untuk menawarkan pengalaman kuliner yang mungkin berbeda dengan lainnya. Tempat makan ini menyajikan kombinasi yang pas karena memadukan kelezatan masakan khas pedesaan dengan suasana alam yang asri.
Baca Juga: Viral Pegawai SPPG Dlingo Olok-Olok Korban Keracunan MBG, Bupati Sentil BGN dan Minta Petugas Fokus
Sejak pertama kali melangkah masuk ke area ini, pengunjung akan langsung disambut oleh hembusan angin sejuk dari perbukitan. Hamparan bukit yang membentang luas juga tentu akan langsung memanjakan mata setiap pengunjung yang ada.
Jauh dari kebisingan lalu lintas kota, tempat ini menyuguhkan ketenangan alami yang dipadu dengan rindangnya pepohonan di sekelilingnya, seakan menciptakan suasana yang sempurna bagi siapa saja yang berkunjung.
"Tempate bersih, asri, dan pemandangannya juga bagus. Selain itu, makanan di sini juga sangat beragam dengan harga yang bisa dibilang cukup terjangkau. Ada juga menu paket untuk 4, 5, atau 6 orang yang mungkin bisa menjadi pilihan agar lebih hemat" ujar Vincent, salah satu pengunjung di Dadap Sumilir.
Baca Juga: Bukan Sekadar Horor Biasa, Hanung Bramantyo Buka Suara Soal Luka Kelam Sejarah di Film Lobang Buaya
Konsep area makan terbuka / outdoor sengaja dirancang agar para pengunjung dapat menikmati hidangan sambil menyatu langsung dengan alam sekitar. Konsep ini terbukti efektif menarik perhatian keluarga, pasangan, hingga anak muda yang ingin melakukan acara kumpul santai sembari healing sejenak dari rutinitas.
Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi menyantap hidangan lezat dengan latar pemandangan alam yang tenang di Kulon Progo, Dadap Sumilir mungkin bisa menjadi destinasi yang tepat untuk dikunjungi. Waktu terbaik untuk berkunjung ke tempat ini yaitu ketika sore hari, di mana cuaca mulai teduh dan sinar matahari senja perlahan menerobos di antara celah-celah pepohonan.
Ferry Dwi
Editor : Heru Pratomo