Gubernur DIY HB X Harap JJLS Kelok 23 Berdampak pada Lama Tinggal Wisatawan di Yogyakarta 

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:01 WIB
Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X. (Cintia Yuliani/Radar Jogja) 

 JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X berharap adanya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 dapat menambah lama tinggal wisatawan. Menurutnya, keberadaan JJLS Kelok 23 tidak hanya menarik wisatawan untuk mencoba jalur tersebut, tetapi juga mendorong mereka mengunjungi berbagai destinasi wisata di DIY. Dengan demikian, wisatawan tidak sekadar melintasi JJLS Kelok 23, tetapi juga memiliki tujuan wisata lain yang dapat menambah lama tinggal mereka di DIY. 

"Saya kira bisa ya (perkembangan pariwisata, Red) itu sifatnya insidental, orang berkunjung untuk berwisata hanya masalah berkelok-kelok, ya engga. Mungkin tujuannya ya lebih," katanya saat ditemui seusai acara Pembukaan Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional C Piala Raja HB X di GOR Lembah UGM Selasa (15/9).

Dia pun berpesan kepada masyarakat yang melintas di JJLS Kelok 23 agar tetap mengedepankan kehati-hatian. Sebab, kondisi jalan yang berkelok memiliki tantangan tersendiri. Sehingga pengendara harus benar-benar memperhatikan keselamatan saat berkendara.

Baca Juga: Dicopot Prabowo dari Kursi Menkeu, Anak Purbaya: Akhirnya Bapak Bisa Tidur Nyenyak!

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Eling Priswanto mengatakan, pembukaan JJLS Kelok 23 dapat berdampak baik bagi pariwisata di DIY. Pertama, jalan tersebut dapat memangkas waktu tempuh dan mempermudah pergerakan wisatawan antarpantai di kawasan Bantul.

"Seperti Parangtritis menuju deretan pantai di Gunungkidul tanpa harus berputar jauh lewat kota," katanya.

Selain itu, dengan kontur jalan yang berkelok dan membelah perbukitan serta pemandangan lanskap pesisir Samudra Hindia dari ketinggian, Kelok 23 berpotensi menjadi objek wisata panorama atau spot foto estetik dan titik singgah atau rest area. 

"Dapat pula memecah kemacetan jalur utama," tuturnya.

Baca Juga: Comeback Dramatis, Real Betis Tekuk Villarreal dan Naik ke Posisi Ketiga LaLiga

Artinya, keberadaan JJLS Kelok 23 dapat membantu mengurai penumpukan kendaraan di jalur arteri seperti Jalan Wonosari saat musim liburan atau akhir pekan.

Selain itu, keberadaan JJLS Kelok 23 dapat membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar, mulai dari kuliner, tempat istirahat atau rest area, kafe panorama, hingga penginapan di sekitar Bantul selatan dan Gunungkidul barat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY Aris Prasena mengatakan, JJLS Kelok 23 saat ini sedang dalam tahap uji coba yang berlangsung mulai Senin (14/9) hingga Minggu (20/9). Setelah uji coba selesai, instansinya bersama pihak terkait akan melakukan evaluasi.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan sekaligus melihat apakah masih terdapat faktor lain yang perlu dibenahi.

“Dan itu nanti untuk menjadi bagian pertimbangan full open traffic-nya akan dilakukan kapan,” jelasnya. (cin)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Kelok 23 JJLS Gunungkidul wisata jogja Bantul