Payung Sewaan Tutupi Pemandangan Baru Pantai Baron usai Gelombang Tinggi

Dzika Fajar • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:12 WIB
Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, dipadati wisatawan pada Selasa (25/8).
Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, dipadati wisatawan pada Selasa (25/8).

 

 

 

GUNUNGKIDUL – Perubahan yang terjadi di Pantai Baron di Gunungkidul menarik perhatian banyak wisatawan. Karena pantai yang terletak di Kemadang, Tanjungsari itu kembali seperti 14 tahun lalu. Tapi payung sewaan dikeluhkan.

Saat gugusan pasir muncul kembali setelah aliran sungai bawah tanah bergeser akibat dinamika gelombang tinggi di kawasan Pantai Selatan Jawa. Membentuk gugusan pasir, yang terakhir terjadi 14 tahun lalu.

Bagi wisatawan asal Semarang Ridwan, kondisi terbaru kawasan tersebut diketahuinya dari media sosial. Unggahan mengenai perubahan aliran sungai dan gugusan pasir yang sebelumnya menyerupai pulau membuatnya penasaran. 

Baca Juga: Abadikan Wartawan Udin Jadi Nama Jalan, Bertemu Bupati Bantul, Bagya Ceritakan Keputusan DPRD 1998

“Saya awalnya lihat di media sosial kalau Pantai Baron sedang berubah. Ada sungai dan bagian pasir yang katanya dulu seperti pulau,” katanya, Selasa (25/8).

Ridwan sebenarnya baru kembali ke Baron pada awal 2026. Namun, dalam kunjungannya kali ini, ia kembali memperhatikan perubahan yang terjadi di kawasan pantai.

Di tengah perubahan alam tersebut, Ridwan memiliki catatan lain terkait suasana kawasan wisata. Menurutnya, keberadaan payung dan tikar sewaan yang cukup banyak sedikit memengaruhi pandangan terhadap hamparan pasir.

Baca Juga: Sistem Pertanian Modern Banyu Kencono; Berbasis IoT dan AI, Semua Terukur dan Transparan

“Ini banyak payung dan tikar yang disewakan, jadi hamparan pemandangan luas pasir sedikit terganggu,” katanya.

Wisatawan lainnya, Iqbal Ansori mengenang harus menyeberang pakai kapal saat ke Pantai Baron. Itu terjadi sebelum pandemi Covid-19. Tapi saat kembali berwisata ke pantai yang hal itu tak perlu lagi dilakukannya.

Wisatawan asal Karanganyar itu tinggal berjalan kaki bisa langsung mengakses pantai. “Ternyata sudah berubah total,” kata Iqbal.

Baca Juga: Raperda Kota Layak Anak Segera Disahkan Perda, DPRD Kota Jogja Dorong Kerja Sama Lintas Sektor

 Namun, perubahan kawasan justru membuatnya menemukan alasan baru untuk kembali. Iqbal kini melihat Baron lebih nyaman untuk wisata keluarga, terutama bagi pengunjung yang membawa anak.

Menurutnya, kondisi pasir dan perairan yang minim karang membuat anak-anak dapat bermain air dengan lebih leluasa. “Kalau di sini nyaman bawa anak, karena anak bisa main air karena tidak ada karangnya,” ujarnya.

Sementara itu, perubahan kawasan Pantai Baron tidak mengurangi kewaspadaan petugas terhadap aktivitas wisatawan. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron Marjono mengatakan, personel tetap bersiaga selama 24 jam.

Baca Juga: DKPP Bantul Klaim Belum Ada Gagal Panen, Manfaatkan Enam Sungai dan 4.000 Pompa saat Kemarau

 “Kami siaga 24 jam. Kalau ada pengunjung yang main air, kami dekati dan kita imbau jika terlalu jauh,” kata Marjono.

Sebanyak 64 petugas disiapkan dan ditempatkan di sejumlah pantai dalam wilayah operasional untuk melakukan pengawasan serta memberikan imbauan keselamatan kepada wisatawan. (cr1/pra)

Editor : Heru Pratomo
payung sewaan pantai baron Gunungkidul Tanjungsari Wisatawan