Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sistem Pertanian Modern Banyu Kencono; Berbasis IoT dan AI, Semua Terukur dan Transparan

AA
MANFAATKAN TEKNOLOGI: Monitor berisi dashboard menampilkan semua sensor yang ada di sawah Banyu Kencono, Pleret, Bantul. Aris Romadhon/Radar Jogja
MANFAATKAN TEKNOLOGI: Monitor berisi dashboard menampilkan semua sensor yang ada di sawah Banyu Kencono, Pleret, Bantul. Aris Romadhon/Radar Jogja

Advertisement

 

SISTEM pertanian di Bantul kini semakin modern. Seperti yang dilakukan di Padukuhan Karet, Kapanewon Pleret. Pertama di Bumi Projotamansari, Banyu Kencono melakukan transformasi lahan pertanian konvensional menjadi ekosistem digital berbasis internet of things (IoT) dan artificial intelligence (AI).

Penanggung Jawab Pertanian Wisata Banyu Kencono Soni Susanto mengungkapkan, efisiensi dan akurasi menjadi kunci utama dalam pengelolaan lahan pertanian modern yang dikembangkannya.

Advertisement

"Pertanian modern di Banyu Kencono ini dibangun di atas tiga pilar utama yakni metode pertanian modern, IoT, dan AI," ungkap Soni kepada Radar Jogja, Selasa (25/8).

Pilar pertama difokuskan pada penataan lahan secara modern. Lahan pertanian dibuat dalam bentuk bedeng dan ditutupi mulsa, sementara sistem pengairan mengandalkan jaringan pipa sprinkler. Metode ini menyalurkan air secara presisi langsung ke area tanaman sehingga memangkas pemborosan air.

Advertisement

Efisiensi waktu dari penerapan teknologi ini terbilang signifikan. Untuk lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi yang biasanya membutuhkan waktu tiga hingga empat jam pengairan manual, kini hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit.

Efisiensi itu makin optimal dengan pilar kedua, yakni integrasi teknologi IoT. Soni menjelaskan berbagai sensor telah dipasang di seluruh area lahan untuk membaca kondisi lingkungan secara real-time. Mulai dari kelembapan tanah, pH tanah, suhu, kelembapan udara, hingga kondisi cuaca.

"Penyiraman tidak lagi sekadar berdasarkan jadwal tetap, tetapi menyesuaikan kondisi tanah. Saat cuaca sangat terik dan tanah cepat kering, penyiraman dapat berlangsung lebih lama, misalnya 45 menit. Sebaliknya ketika mendung dan tanah lembap, penyiraman bisa disingkat menjadi 10 menit saja," jelas Soni.

Pilar ketiga adalah kecerdasan buatan (artificial intelligence). AI bertugas mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis parameter pertanian secara berkala setiap 15 menit. Lebih dari sekadar membaca data, AI berfungsi layaknya asisten pribadi bagi para petani.

Setiap malam, AI menganalisis rekam jejak harian dan mengirimkan notifikasi berisi instruksi kerja untuk keesokan harinya langsung ke gawai petani melalui aplikasi WhatsApp. Tugas-tugas itu telah disusun berdasarkan skala prioritas agar pekerjaan di lapangan lebih terarah dan terukur.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bantul Kukuhkan Mulyodadi sebagai Kampung Siaga Bencana ke-16, Siapkan 60 Relawan Hadapi Banjir

Bantul Kukuhkan Mulyodadi sebagai Kampung Siaga Bencana ke-16, Siapkan 60 Relawan Hadapi Banjir

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul resmi mengukuhkan Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB) ke-16 di Kabupaten Bantul. Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan..

Diduga Dipicu Aksi Iseng Anak-Anak dan Pembakaran Sampah, Kebakaran Hutan dan Lahan Landa Bantul

Diduga Dipicu Aksi Iseng Anak-Anak dan Pembakaran Sampah, Kebakaran Hutan dan Lahan Landa Bantul

Kebakaran lahan melanda empat lokasi terpisah di wilayah Kelurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul. Peristiwa ini melahap lahan seluas hampir 4 hektar dan diduga dipicu oleh aksi iseng anak-anak serta...

Masih Dihadapkan Tantangan, Hasil Panen Bawang Merah di Bantul Melonjak Lebih dari 100 Persen

Masih Dihadapkan Tantangan, Hasil Panen Bawang Merah di Bantul Melonjak Lebih dari 100 Persen

Musim panen raya kali petani bawang merah di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, mencatatkan peningkatan hasil lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer