Sistem Pertanian Modern Banyu Kencono; Berbasis IoT dan AI, Semua Terukur dan Transparan

SISTEM pertanian di Bantul kini semakin modern. Seperti yang dilakukan di Padukuhan Karet, Kapanewon Pleret. Pertama di Bumi Projotamansari, Banyu Kencono melakukan transformasi lahan pertanian konvensional menjadi ekosistem digital berbasis internet of things (IoT) dan artificial intelligence (AI).
Penanggung Jawab Pertanian Wisata Banyu Kencono Soni Susanto mengungkapkan, efisiensi dan akurasi menjadi kunci utama dalam pengelolaan lahan pertanian modern yang dikembangkannya.
"Pertanian modern di Banyu Kencono ini dibangun di atas tiga pilar utama yakni metode pertanian modern, IoT, dan AI," ungkap Soni kepada Radar Jogja, Selasa (25/8).
Baca Juga: Bantul Kukuhkan Mulyodadi sebagai Kampung Siaga Bencana ke-16, Siapkan 60 Relawan Hadapi Banjir
Pilar pertama difokuskan pada penataan lahan secara modern. Lahan pertanian dibuat dalam bentuk bedeng dan ditutupi mulsa, sementara sistem pengairan mengandalkan jaringan pipa sprinkler. Metode ini menyalurkan air secara presisi langsung ke area tanaman sehingga memangkas pemborosan air.
Efisiensi waktu dari penerapan teknologi ini terbilang signifikan. Untuk lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi yang biasanya membutuhkan waktu tiga hingga empat jam pengairan manual, kini hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit.
Efisiensi itu makin optimal dengan pilar kedua, yakni integrasi teknologi IoT. Soni menjelaskan berbagai sensor telah dipasang di seluruh area lahan untuk membaca kondisi lingkungan secara real-time. Mulai dari kelembapan tanah, pH tanah, suhu, kelembapan udara, hingga kondisi cuaca.
"Penyiraman tidak lagi sekadar berdasarkan jadwal tetap, tetapi menyesuaikan kondisi tanah. Saat cuaca sangat terik dan tanah cepat kering, penyiraman dapat berlangsung lebih lama, misalnya 45 menit. Sebaliknya ketika mendung dan tanah lembap, penyiraman bisa disingkat menjadi 10 menit saja," jelas Soni.
Pilar ketiga adalah kecerdasan buatan (artificial intelligence). AI bertugas mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis parameter pertanian secara berkala setiap 15 menit. Lebih dari sekadar membaca data, AI berfungsi layaknya asisten pribadi bagi para petani.
Setiap malam, AI menganalisis rekam jejak harian dan mengirimkan notifikasi berisi instruksi kerja untuk keesokan harinya langsung ke gawai petani melalui aplikasi WhatsApp. Tugas-tugas itu telah disusun berdasarkan skala prioritas agar pekerjaan di lapangan lebih terarah dan terukur.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




